Kamis, 07 November 2019

Contoh Aplikasi dalam Psikologi


Membuat Contoh Aplikasi dalam Psikologi

Test Kepribadian MBTI (Komputerisasi/Online)
Contoh Aplikasi
Tes Kepribadian MBTI
Tujuan
Untuk mengungkapkan kepribadian: arah, minat, kecakapan, kemampuan, gaya kerja, ataupun gaya komunikasi
Batasan
-        Batasan waktu hanya 20 menit
-        Harus memilih pernyataan dengan cepat dan tepat sesuai dengan tipe kepribadian individu
-        Pada saat mengerjakan tes ini, terdapat hambatan pada internet apabila mengalami gangguan
Kontrol
Mengontrol jalannya aplikasi tes MBTI pada saat digunakan
Input
Memilih salah satu pernyataan yang sesuai dengan kepribadian dirinya
Proses
Memberikan tanda (X) pada tiap pernyataan yang dipilih
Output
Hasil atau skor yang akan didapatkan untuk mengetahui tipe kepribadian seseorang
Umpan Balik
Bisa mengetahui tipe kepribadian apa yang kita miliki, lalu mengintropeksikannya oleh individu yang bersangkutan

Sejarah dan Landasan Teori Tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)
MBTI ini berdasarkan pemikiran C.G Jung (1921-1971) mengenai persepsi, judgement dan sikap yang digunakan oleh setiap tipe yang berbeda dari individu. Persepsi adalah kemampuan psikologis individu untuk sadar pada hal-hal, orang-orang dan ide-ide. Judgement melibatkan berbagai cara untuk menyimpulkan apa yang telah dipersepsikan individu tersebut. Kalau orang berbeda satu sama lain ketika mempersepsikan sesuatu juga ketika melakukan judgement, maka perbedaan ini juga mempengaruhi minat, keterampilan, nilai-nilai serta reaksi mereka. MBTI dibuat untuk mempelajari tipe kepribadian berdasarkan teori Jung.
MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator sendiri merupakan instrumen tes yang sangat populer dikalangan pemerhati kepribadian individu. MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers (dari merekalah kemudian nama MBTI berasal) pada era Perang Dunia II untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe pekerjaan yang paling cocok untuk mereka: apakah mereka cocok menjadi pilot, manajer, dokter, atau bos mafia?

Perbedaan Tes MBTI dengan Tes Inventori yang lain
MBTI berbeda dengan instrumen mengenali tipe kepribadian lain dalam hal:
·         Dirancang untuk mengimplementasikan teori; jadi teori (Jung) harus dimengerti untuk memahami MBTI. 
·         Berdasarkan teori, ada dinamika hubungan yang khusus antar skala, yang kemudian akan mengantar penjelasan tentang 16 tipe karakteristik kepribadian.
·         Deskripsi tipe-tipe ini dan teorinya sebenarnya dapat dijelaskan dalam kerangka perkembangan manusia seumur hidupnya.
·         Skala ini memperhatikan fungsi dasar manusia yaitu persepsi dan judgement yang selalu ada di perilaku manusia, sehingga sangat bermanfaat untuk digunakan dalam hidup sehari-hari.

Tujuan Tes MBTI
Tujuan Tes MBTI adalah untuk mengungkap kepribadian: arah, minat, kecakapan, kemampuan, gaya kerja, ataupun gaya komunikasi. Aplikasi praktis tes MBTI adalah: Memahami diri sendiri, memahami orang lain, menghargai perbedaan, pengembangan diri, memilih karir, team building, penyelesaian konflik, dan memperbaiki komunikasi. Selain itu, MBTI tidak mengukur: Gangguan kejiwaan, abnormalitas, emosi, trauma, daya belajar, tingkat kedewasaan, penyakit, dan intelegensi. MBTI juga mengukur preferensi, seperti: Bagian keberadaan kita, tidak ada benar salah, dan tidak ada kurang – lebih baik




Dimensi-Dimensi pada Tes MBTI
MBTI adalah peta psikologis yang bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan (dikotomis), yaitu:
·         Extrovert (E) vs. Introvert (I). Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka bergaul, menyenangi interaksi sosial dengan orang lain, dan berfokus pada the world outside the self. Sebaliknya tipe introvert adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menutut interaksi semisal membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif.
·         Sensing (S) vs. Intuitive (N). Tipe dikotomi kedua ini melihat bagaimana seseorang memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, factual facts, dan melihat data apa adanya. Sensing adalah concrete thinkers. Sementara tipe intuitive memproses data dengan melihat pola dan impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Intuitive adalah abstract thinkers.
·         Thinking (T) vs. Feeling (F). Tipe dikotomi yang ketiga ini melihat bagaimana orang berproses mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan. Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan.
·         Judging (J) vs. Perceiving (P). Tipe dikotomi yang terakhir ini ingin melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging disini bukan berarti judgemental (atau menghakimi). Judging disini diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak secara sekuensial (tidak melompat-lompat). Sementara tipe perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, adaptif, dan bertindak secara random untuk melihat beragam peluang yang muncul.

Dalam MBTI, ada 4 dikotomi mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi perilaku seseorang, diantaranya:
·         Bagaimana/dari mana seseorang memperoleh energi; apakah dari luar diri (extrovert/E), atau dari dalam diri (introvert/I),
·         Bagaimana seseorang mendapatkan informasi; apakah melalui panca indra (sensing/S) atau imajinasi (intuiting/N),
·         Bagaimana seseorang membuat keputusan; apakah berdasarkan pemikiran (thinking/T) atau perasaan (feeling/F),
·         Bagaimana orientasi kehidupan seseorang; apakah dengan menilai (judging/J) atau dengan memahami (perceiving/P).









Referensi         :

Senin, 07 Oktober 2019

Membuat Contoh Sistem dalam Psikologi beserta Penjelasannya (Mata Kuliah Sistem Informasi Psikologi)


System
Elements

Goals
Inputs
Processing Elements
Outputs
Intelligence     Structure Test (IST)
-    Soal – soal test IST yang terdapat 9 subtest
-    Lembar Jawaban test IST
-    Buku Norma IST
-       Rapport Pembuka
-       Tester memberikan instruksi
-       Tester melakukan observasi
-       Rapport Penutup
-       Melakukan skoring
-    Hasil nilai dari Row Score (RW)
-    Hasil nilai dari Standardized Score (SW)
-   Digunakan untuk mengukur tingkat intelegensi individu.
-   Digunakan untuk memahami diri dan pengembangan pribadi.
-   Merencanakan pendidikan dan karier serta membantu pengambilan keputusan dalam hidup individu. 

Penjelasan:
            Saya akan menjelaskan sistem test Intelligence Structure Test (IST), test ini salah satu test yang sering digunakan untuk mengukur inteligensi individu. Dimana test IST ini biasanya hanya dikenali atau dilihat melalui manifestasinya misalnya pada hasil prestasi suatu test. Tujuan dari test IST ini adalah untuk mengukur tingkat intelegensi individu, untuk memahami diri dan pengembangan pribadi, dan merencanakan pendidikan dan karier serta membantu pengambilan keputusan dalam hidup individu.
            Untuk membuat sistem ini dibutuhkan seorang Psikologi (tester) yang mengerti tentang test Intelligence Structure Test (IST) agar testee bisa mengerjakan soal-soal test dengan baik dan benar. Pada test Intelligence Structure Test (IST), terdapat 9 subtes dimana masing-masing subtes memiliki jumlah waktu pengerjaan berbeda-beda. Sembilan subtes tersebut adalah: SE (melengkapi kalimat), WA (melengkapi kata-kata), AN (persamaan kata), GE (sifat yang dimiliki bersama), RA (berhitung), ZR (deret angka), FA (memilih bentuk), WU (latihan balok), ME (latihan simbol).
Di dalam sistem terdapat pemrosesan yaitu, sebelum mengerjakan test tester harus memberikan salam dan rapport pembuka terlebih dahulu agar testee tidak kaku dan merasa nyaman. Setelah itu, tester memberikan instruksi dan kasih contoh kepada testee cara mengerjakan masing-masing subtes dengan jelas dan benar. Saat testee mengerjakan soal tersebut, tester melakukan observasi dimana tester harus mencatat waktu pada masing-masing subtes serta mencatat apa yang ia lakukan saat mengerjakan baik secara verbal maupun nonverbal. Setelah selesai, jangan lupa memberikan rapport penutup kepada testee.
Selanjutnya tahap skoring, yang digunakan untuk setiap subtes adalah dengan memeriksa setiap jawaban dengan menggunakan kunci jawaban yang telah disediakan. Semua subtes (SE, WA, AN, RA, ZR, FA, WU, & ME), kecuali subtes 04-GE, setiap jawaban benar diberi nilai 1 dan untuk jawaban salah diberi nilai 0. Khusus untuk subtes 04-GE, tersedia nilai 2, 1, dan 0; karena subtes ini berbentuk isian singkat maka nilai yang akan diberikan tergantung dengan jawaban yang diberikan oleh subjek. Total nilai benar yang sesuai dengan kunci jawaban merupakan Raw Score (RW); nilai ini belum dapat diinterpretasi sesuai dengan norma yang digunakan. Nilai RW yang sudah dibandingkan dengan norma disebut dengan Standardized Score (SW). Adapun norma yang digunakan adalah sesuai dengan kelompok umur subjek.

Sekian terima kasihJ

Sabtu, 28 September 2019

DEFINISI SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Nama Kelompok         :
.      Annisa Fitri A. (10516946)
    Kurnia Jossi B. (13516966)
    Nathasya Tiurma O. Nadeak (15516337)
    Yudhistira Tama (17516832)
Kelas    : 4PA16

A.    Definisi Sistem
Menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Menurut Kusrini (2007) sistem adalah sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas atau fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama – sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses atau perkerjaan tertentu. Sedangkan menurut Fatta (2007) sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.
Berdasarkan beberapa tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu, saling berhubungan, saling terorganisasi, dan saling bergantung satu sama lain.

B.     Definisi Informasi
Davis (1995), menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Sedangkan menurut Mc Leod (1995), mengatakan bahwa informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti.
Menurut Jogiyanto (1999), informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Sedangkan menurut Bodnar (2000), informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.
Berdasarkan beberapa tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti dan menggambarkan suatu kejadian yang nyata untuk mengambil keputusan yang tepat.

A.    Definisi Psikologi
Menurut Chaplin (1972) psikologi merupakan ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam kerumitannya ketika bereaksi arus dan perubahan alam sekitar dan peristiwa-peristiwa kemasyarakan yang mengubah lingkungan.
Menurut Bruno (1987) psikologi dibagi dalam tiga bagian. Yang pertama psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “roh”. Yang kedua psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Kemudian yang ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.
Menurut Muhibbin Syah (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan.
Berdasarkan beberapa tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai dan mempelajari perilaku manusia yang terbuka maupun yang tertutup, baik selaku individu maupun kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan.

Jadi, kesimpulan dari definisi Sistem Informasi Psikologi adalah bahwa sistem kombinasi dimana manusia dan teknologi saling berhubungan, sehingga terdapat sebuah informasi yang datanya telah diolah mengenai perilaku manusia yang dapat digunakan untuk suatu tujuan tertentu.



DAFTAR PUSTAKA
Fatta, H. A.  (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET.
Jogiyanto H. M. (1999). Analisis dan desain informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis. Yogyakarta: ANDI.
Jogiyanto, H. M. (2005). Sistem teknologi informasi. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET.
Kusrini. (2007). Strategi perancangan dan pengelolaan basis data. Yogyakarta : CV. ANDI OFFSET.
Makplus. (2015). Definisi & pengertian informasi menurut para ahli. Diakses pada tanggal 26 September 2019, dari .http://www.definisi-pengertian.com/2015/03/definisi-dan-pengertian-informasi.html?m=1
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Psikodemia. (2017). Definisi psikologi menurut Watson hingga Chaplin. Diakses pada tanggal 27 September 2019, dari https://psikodemia.com/definisi-psikologi-menurut-watson-hingga-chaplin/
Zakky. (2019). Pengertian psikologi menurut para ahli beserta definisi dan penjelasannya. Diakses pada tanggal 27 September 2019, dari https://www.zonareferensi.com/pengertian-psikologi/

Selasa, 29 Mei 2018

Basic Psychological features of cyberspace

A.    Reduced sensations ( Mengurangi Sensasi )
Dapatkah Anda melihat seseorang di dunia maya seperti ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya? Bisakah Anda mendengar perubahan dalam suaranya? Apakah lingkungan di dunia maya melibatkan komunikasi visual dan / atau pendengaran akan sangat mempengaruhi bagaimana orang berperilaku dan hubungan yang berkembang di antara orang-orang itu. Permainan multimedia dan lingkungan sosial, konferensi video audio, podcasting, dan panggilan internetmerupakan tanda-tanda lingkungan canggih yang sangat sensoris yang akan datang. Namun, pengalaman sensoris bertemu orang lain di dunia maya melihat, mendengar, dan MENGGABUNGKAN melihat dan mendengar masih terbatas. Untuk sebagian besar orang berkomunikasi melalui bahasa yang diketik. Bahkan ketika teknologi audio video menjadi efisien dan mudah digunakan, kualitas interaksi fisik dan taktil, misalnya jabat tangan, tepukan di punggung, menari, pelukan, ciuman, atau hanya berjalan bersama. Akan sangat terbatas atau tidak ada, setidaknya dalam waktu dekat. Pengalaman sensorik yang terbatas dari dunia maya memiliki beberapa kerugian yang signifikan serta beberapa keuntungan unik dibandingkan dengan pertemuan dalam-orang 
Apakah Anda suka atau tidak, dunia maya telah menjadi perbatasan baru dalam hubungan sosial. Orang-orang mencari teman, kolega, kekasih, dan musuh di Internet. Hubungan di Internet tidak benar-benar nyata, beberapa orang mengatakan tidak suka hubungan di dunia nyata. Bersosialisasi di dunia maya hanyalah sebuah tren budaya, hal baru, fase yang dilalui orang. Para kritikus mengatakan itu tidak dapat dibandingkan dengan hubungan nyata dan jika beberapa orang lebih suka berkomunikasi dengan orang lain melalui kabel dan sirkuit, pasti ada sesuatu yang salah dengan mereka. Mereka harus kecanduan. Mereka harus takut akan keintiman yang menantang dari hubungan yang nyata.
Apakah ini benar? Apakah benar bahwa hubungan "nyata" secara intrinsik lebih unggul daripada hubungan di dunia maya? Atau mungkin hubungan di dunia maya sebenarnya lebih baik? Ini adalah pertarungan untuk kita jelajahi.

Dengan ketentuan ini di tangan, kita kembali ke konfrontasi. Mana yang lebih baik? IPR(In Person) atau CSR (Cyberspace) ? Kata kuncinya di sini adalah "hubungan." Salah satu pendekatan untuk memahami bahwa fenomena sosial dan manusia adalah untuk memeriksa berbagai jalur di mana orang berkomunikasi, terhubung, dan terikat satu sama lain dengan mekanisme khusus untuk "berhubungan." Pada tingkat yang paling mendasar, kita dapat membandingkan IPR dan CSR sesuai dengan bagaimana orang terhubung melalui panca indra:
1)      Mendengar
2)      Melihat
3)      Menyentuh
4)      Berbau
5)      Mencicipi
Yang pertama, pendengaran melibatkan keterampilan manusia dasar untuk bahasa, yang tidak selalu pendengaran. Jadi, sebelum mencapai panca indera, mari kita kembali ke takik untuk memeriksa bahasa.
Kata:
Cara ampuh agar orang saling terhubung satu sama lain adalah melalui kata-kata. Pada mulanya, CSR sangat bergantung pada bahasa yang disampaikan melalui teks yang diketik. Kebanyakan posting e-mail dan papan pesan (newsgroup). Bahkan saat ini, akun-akun teks, mengetik untuk sebagian besar komunikasi melalui Internet. Setidaknya ada empat keunggulan berbeda dari hubungan yang diperantarai teks ini terhadap IPR.

a.      Interaksi bisa asynchronous. Tidak harus terjadi dalam waktu nyata, jadi Anda dapat menanggapi jodoh Anda kapan pun Anda mau, dengan kecepatan apa pun yang Anda inginkan. Ini memberi Anda waktu untuk memikirkan apa yang ingin Anda katakan dan menyusun balasan Anda persis seperti yang Anda inginkan. Ini sangat berguna untuk situasi-situasi aneh atau emosional dalam suatu hubungan. Tidak seperti IPR, Anda tidak pernah di tempat untuk segera membalas. Anda bisa memikirkannya terlebih dahulu, melakukan riset kecil atau pencarian jiwa, jika Anda mau.Sistem obrolan dan pesan instan, yang juga melibatkan teks yang diketik, jauh lebih sinkron daripada e-mail dan papan pesan. Namun, mereka juga menawarkan penundaan yang sedikit tetapi lebih berarti daripada IPR.

b.      Dialog tertulis dari CSR mungkin melibatkan mekanisme mental yang berbeda daripada pembicaraan langsung. Ini mungkin mencerminkan gaya kognitif yang berbeda yang memungkinkan beberapa orang menjadi lebih ekspresif, halus, terorganisir, atau kreatif dalam cara mereka berkomunikasi. Beberapa orang merasa bahwa mereka dapat mengekspresikan diri mereka lebih baik dalam kata-kata tertulis. Tentunya, ada penulis dan penyair yang benar-benar hebat yang terdengar kikuk atau dangkal selama percakapan IP.

c.       Hubungan yang diperantarai teks memungkinkan Anda untuk merekam interaksi dengan menyimpan pesan-pesan teks yang diketikkan. Pada dasarnya, anda dapat mempertahankan bagian besar dari hubungan dengan teman online anda, bahkan mungkin seluruh hubungan jika anda hanya berkomunikasi melalui teks-diketik.

d.      Hubungan teks cenderung menghasilkan apa yang disebut efek penghambatan online. Karena mereka tidak dapat dilihat atau didengar, orang dapat membuka dan mengatakan hal-hal yang biasanya tidak mereka katakan secara langsung. Pengungkapan diri dan keintiman dapat dipercepat. Beberapa bahkan berpendapat bahwa diri sejati seseorang lebih cenderung muncul online daripada secara pribadi, dan tentunya itu harus meningkatkan hubungan seseorang. Ini adalah klaim kontroversial, seperti konsep diri sejati.

Orang-orang yang skeptis mengatakan bahwa kerugian besar dari hubungan yang digerakkan oleh teks adalah apa yang hilang dibandingkan dengan HKI. Tidak ada suara, ekspresi wajah, atau bahasa tubuh untuk menyampaikan makna dan emosi. Masalah itu membawa kita ke panca indera pertama - mendengar.

1.       Dengarkan baik-baik (Mendengar)
Suara manusia memiliki kaya makna & emosi. Kata-kata seseorang yang tajam dapat membangkitkan kecurigaan atau kemarahan. Hanya suara-suara yang dicintai bisa cukup untuk menciptakan perasaan nyaman dan gembira. Menyanyi adalah salah satu kegiatan manusia yang paling ekspresif dengan kuat untuk menyatukan orang. Dalam CSR dimediasi oleh teks saja, baik nuansa yang jelas dan halus di nada suara dan volume benar-benar tidak ada.
Advokat CSR berbasis teks memang memiliki kritik. Kurangnya petunjuk pendengaran dan visual, pesan e-mail, blog, atau posting grup berita dapat secara produktif menghasilkan nada yang ambigu. Ketika membaca pesan yang diketik, ada kecenderungan kuat untuk memproyeksikan kadang-kadang tanpa sadar harapan, keinginan, kecemasan, dan ketakutan terhadap apa yang ditulis orang tersebut. Pemikir psikoanalitik menyebut ini "transferensi." Mendistorsi makna yang dimaksudkan seseorang dapat menyebabkan kesalahpahaman dan konflik. Itu bisa merangsang reaksi kontraterferensial dari mitra online. Di sisi lain, jika Anda membahas persepsi (salah) Anda dengan teman Anda, Anda mengungkapkan elemen yang mendasari (mungkin tidak sadar) tentang bagaimana Anda berpikir dan merasakan. Dalam arti, menjadi lebih nyata dengan orang lain, memungkinkan hubungan yang lebih dalam terbentuk. Hubungan yang lebih kaya dan bermakna ini hanya akan berkembang ketika orang cukup matang untuk dibicarakan dan bekerja melalui proyeksi tersebut satu sama lain. Seringkali ini tidak terjadi. Oleh karena itu, orang yang skeptis menjawab bahwa kerugian ambiguitas dalam komunikasi teks melebihi keuntungan yang mungkin.
Faktanya, berbicara di dunia maya mungkin memiliki beberapa kelebihan. Jika Anda menginginkannya, percakapan dengan mudah dapat disimpan dan diputar ulang yang tidak mungkin dalam HKI, kecuali Anda membawa perekam suara. Menggunakan program perangkat lunak, nuansa dalam nada suara dan volume dapat diperiksa lebih cermat untuk emosi dan makna halus.

2.      Melihat adalah percaya (Melihat)
Wajah manusia dan bahasa tubuh kaya akan makna dan emosi. Kritik komunikasi teks saja di dunia maya mengeluh bahwa semua isyarat visual ini hilang, sehingga membuat hubungan menjadi rancu dan habis. Advokat CSR berbasis teks lagi dapat menjawab bahwa ambiguitas ini menciptakan peluang untuk mengeksplorasi reaksi transferensi seseorang, sehingga memperkaya hubungan. Beberapa orang mengklaim bahwa teks hanya berbicara membawa anda melewati aspek dangkal yang mengganggu eksistensi seseorang dan menghubungkan anda lebih langsung dengan pikiran dan kepribadian mereka.
Seperti audio-streaming, transmisi video pada akhirnya akan membuat pertemuan tatap muka baik praktis dan realistis, dengan fitur tambahan yang memungkinkan Anda berdua terdengar dan terlihat seperti Bill Clinton, Arnold Schwartzenegger, atau Daffy Duck. Lingkungan chatting multimedia di mana orang menggunakan "avatar" untuk mewakili diri mereka sendiri adalah langkah pertama dalam kesempatan ini untuk menampilkan diri Anda secara visual dalam bentuk apa pun yang Anda inginkan. Anda juga dapat berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai macam adegan visual yang nyaris tanpa batas. Ada kerugian besar, meskipun, dari pertemuan dunia maya audio / visual yang melibatkan tiga atau lebih orang yang dapat melihat satu sama lain hanya pada layar komputer. Bahasa tubuh halus dari siapa yang melihat dan memberi isyarat kepada siapa mungkin hilang. Akhirnya, pertemuan holografik akan memecahkan masalah itu.

3.      Bisakah Saya Memegang Anda di Dunia Maya? (Sentuhan)
Manusia membutuhkan kontak fisik satu sama lain. Dalam hubungan sehari-hari, jangan pernah meremehkan kekuatan jabat tangan, tepukan di punggung, pelukan, atau ciuman.
Pada tingkat hubungan manusia ini, dunia maya sangat pendek. Dalam komunikasi chatting multimedia ada beberapa petunjuk kontak fisik yang tidak jelas, seperti ketika Anda meringkuk avatar Anda di samping orang lain. Orang-orang juga dapat memberi tulisan atau emoticon ‘berpelukan’ dalam hubungan teks. Tapi ini jauh dari rekan langsung. Sayangnya, sangat tidak mungkin bahwa CSR bahkan yang holografik akan pernah mengembangkan kemampuan kinestetik, kecuali teknologi memperkirakan bagaimana cara akurat merekam belaian seseorang dan mengirimkan catatan digital itu ke sistem saraf orang lain. Produk yang mengirimkan stimulasi taktil secara online sedang dikembangkan, tetapi masih cukup kasar dibandingkan dengan dimensi manusia yang halus namun kuat.
Dalam dunia fisik, taktil, spasial kita juga bisa MELAKUKAN hal-hal dengan orang-orang. Kita bisa bermain tenis, jalan-jalan dan makan malam bersama. Melakukan sesuatu dengan orang menciptakan ikatan. Ini menciptakan sejarah untuk hubungan itu. Apakah hal-hal ini mungkin dalam CSR? Mungkin, di dunia maya, terutama di lingkungan multimedia, kita dapat "bertemu" orang-orang di beberapa situs tertentu dan bergerak bersama mereka dari satu pengaturan visual ke yang lain.
Meskipun melakukan sesuatu dengan orang lain tentu saja mungkin di Internet, itu tidak memiliki perasaan fisik, taktil, atau spasial yang kuat sebagai kegiatan dalam HKI. Hampir semua hal yang dapat dilakukan dengan seseorang di dunia maya dapat anda lakukan dengan mereka secara langsung, hanya dengan fakta bahwa mereka dapat duduk berdampingan dengan anda di depan komputer saat anda melakukannya. Namun kebalikannya tidak benar. Semua yang dapat anda lakukan dengan seseorang secara langsung tidak dapat diduplikasi di dunia maya. Itu kerugian besar bagi CSR.

4.      Benar-Benar Dekat! (Berbau dan Mencicipi)
Aroma parfum, rambut, pakaian, kulit. Bau membawa kita sangat dekat dengan yang lain. Ini membangkitkan reaksi emosional yang kuat. Rasa rasanya tetap membuat kita lebih dekat. Orang mungkin mengatakan bahwa penciuman dan rasa lebih merupakan sensasi interpersonal yang "primitif", tetapi keduanya merupakan batu penjuru keintiman yang mendalam - mungkin karena mereka begitu primitif, begitu mendasar. Selain sentuhan, penciuman dan rasa adalah cara utama bayi menghubungkan ke ibunya. Ini adalah hubungan pertama, hubungan esensial yang berfungsi sebagai prototipe untuk semua hubungan selanjutnya dalam kehidupan seseorang.

Pada tingkat keterkaitan ini, CSR sekali lagi jatuh pada wajah tanpa lidah, tanpa lidah. Apakah komputer akan mampu menduplikasi bau dan rasa dan kemudian secara akurat mengirimkan sensasi itu ke orang lain yang berjarak lima atau lima ribu mil jauhnya? Produk sedang dikembangkan untuk mencapai prestasi ini.


Contoh Aplikasi dalam Psikologi

Membuat Contoh Aplikasi dalam Psikologi Test Kepribadian MBTI (Komputerisasi/Online) Contoh Aplikasi Tes Kepribadia...