Sabtu, 10 Desember 2016

Kasus Mc Donald's Menjual Daging Busuk



Pada pembahasan kasus Mc Donald’s kali ini, kelompok kami akan membahas tentang penemuan daging busuk yang terjadi Mc Donald’s Shanghai, China.
Sejumlah gerai Mc Donald’s di Beijing dan Shanghai meniadakan menu burger, setelah muncul kasus daging busuk atau kedaluwarsa dari produsen daging di Tiongkok.
Otoritas di Shanghai pekan lalu menutup sebuah pabrik yang dimiliki perusahaan swasta OSI Group, karena membuat daging olahan yang tidak segar. Perusahaan ini mencampur daging kedaluwarsa dengan daging segar. Lima orang pejabat dari anak usaha OSI, yakni Shanghai Husi Food Co, ditahan pihak berwenang.
Pabrik Husi ini memasok daging untuk sejumlah pelanggan di Tiongkok, seperti Mc Donald’s, KFC, Pizza Hut, Starbucks, Burger King, 7-Eleven, dan Papa John’s Pizza.
Seorang operator layanan pesan antar Mc Donald’s di Tiongkok mengatakan hari ini, menu daging dan ayam tidak dijual di Shanghai. Namun, menu ikan dan daging babi masih bisa dipesan.
“Kami menghentikan semua penjualan produk yang bahannya dipasok oleh Husi, demi keamanan makanan. Produk-produk yang terkena dampak kasus ini adalah yang menggunakan daging dan ayam,’ ujar operator ini seperti dilansir dari AFP, Senin (28/7/14).
Sementara pada Mc Donald’s pusat di Beijing, seorang staff mengatakan hanya menjual Fillet-O-Fish yaitu burger berisi daging ikan. Pada setiap kasir Mc Donald’s di wilayah tersebut tertulis: ‘Dengan menyesal kami ingin memberitahu, bahwa saat ini kami hanya menjual menu terbatas.’
Belum jelas seberapa luas kasus daging busuk ini berpengaruh. Hingga akhir April 2014, Mc Donald’s memiliki 2000 gerai di Tiongkok. Pihak Mc Donald’s Tiongkok belum mau berkomentar
OSI Group merupakan sebuah perusahaan yang berbasis di Aurora, Illinoi, Amerika Serikat. Perusahaan ini telah menarik semua produk yang dibuat oleh pabriknya di Shanghai.
Mc Donald’s juga mengatakan, 3000 gerainya di Jepang telah berhenti menjual produk ayam yang berasal dari Tiongkok. Di Hongkong, Mc Donald’s juga menghentikan penjualan chicken nugget dan sejumlah menu, termasuk menu burger berisi ayam.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Badan Pengawas Obat dan Makanan Shanghai mengaku sedang mempertimbangkan beberapa sanksi yang tepat bagi perusahaan bermasalah tersebut.
Selama ini, Tiongkok memang terkenal dengan banyaknya skandal kesehatan makanan karena minimnya pengawasan dan peraturan dari pemerintah setempat

Analisa Kasus
Mc Donald’s dalam  menjual produknya secara global menggunakan format dan teknik penjualan yang sama dimanapun di seluruh negara sebagai standarisasinya. McDonald juga dapat menyesuaikan produknya berdasarkan latar belakang maupun budaya yang berbeda-beda di seluruh dunia. Contohnya saja di India McDonald tidak membuat Big Mac dikarenakan masyarakat hindu tidak memakan daging sapi. Namun McDonald  menggunakan Maharaja Mac yang terbuat dari daging ayam dan juga ada burger yang berisi sayur seperti McAloo Tikki untuk menggantikan Big Mac.
Perusahaan ini dapat dikatakan sukses dalam memperluas usahanya untuk menjangkau dunia internasional. Hal ini di buktikan dengan pertumbuhan restoran McDonald yang sampai saat ini telah di buka di 118 negara di dunia. Namun karena kesuksesannya, restoran mcdonald ini sering disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal-hal yang mengenai makanan di restoran ini sudah terkenal enak, namun banyak oknum yang membuat orang-orang jadi enggan memakannya.
Seperti kasus diatas, McDonald di Shanghai, China telah menggunakan daging busuk yang ditambahkan dengan daging segar untuk menjadi bahan olahan daging. Perusahaan besar seperti Mc Donald’s disana pun bahkan tidak teliti soal bahan makanan yang diterimanya. Perusahaan pengolah bahan makanan tersebut telah melakukan hal yang tidak bertanggungjawab untuk mendapatkan uang. Karena ulah perusahaan bahan makanan tersebut, Mc Donald’s pun menerima dampak dari kejadian tersebut. Bisa saja berkurangnya pembeli karena takut masih ada daging busuk yang ikut terolah lagi menjadi makanan.
Menyikapi kejadian diatas, pihak Mc Donald’s juga tidak sepenuhnya mengecek keadaan bahan makanan yang akan digunakan, padahal itu berdampak besar pada jumlah konsumen terhadap restoran tersebut. Harus adanya keterlibatan pihak Mc Donald’s dalam proses pembuatan makanan yang dilakukan di perusahaan yang berbeda untuk mengetahui kondisi daging atau bahan makanan yang akan digunakan selanjutnya. Menurut kami, pihak Mc Donald’s di kota tersebut hanya langsung menerima bahan makanan yang siap diolah menjadi makanan cepat saji tanpa melihat proses pengolahan daging tersebut sebelum dikirim ke pihak Mc Donald’s.
Walaupun perusahaan pengolah bahan makanan tersebut sudah ditutup dan diberhentikan, mungkin saja kekhawatiran konsumen akan terulangnya kejadian tersebut masih ada. Minimnya pengawasan dan perhatian oleh pemerintahnya pusat itu sendiri dan juga lemahnya penegakan hukum disana.
http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2649817/kasus-daging-busuk-gerai-mcdonalds-di-tiongkok-tak-jual-burger
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Aplikasi dalam Psikologi

Membuat Contoh Aplikasi dalam Psikologi Test Kepribadian MBTI (Komputerisasi/Online) Contoh Aplikasi Tes Kepribadia...