TUGAS
MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR
KELOMPOK
CRISMARIA PURBA
I GUSTI AGUNG AYU DIAN W
KURNIA JOSSI BUDIASTUTI
RANI SAAD FADILLAH
YOKHEBED ADHITA YOHANA BANGUN
1PA15
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017
SOAL
- Perkembangan seksual dan aseksual
1.
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan perkembangbiakan secara seksual dan aseksual !
2.
Sebutkan
contoh perkembangbiakan secara seksual dan aseksual !
- Geografi dalam kehidupan manusia
1.
Jelaskan
mengenai penyebaran makhluk hidup !
2.
Jelaskan
pembagian wilayah berdasarkan iklim !
3.
Sebutkan
pembagian wilayah untuk penyebaran binatang !
- Ekologi dan dampak perkembangan IPTEK terhadap kehidupan manusia
1.
IPTEK
dan perkembangannya
a.
Jelaskan
bagaimana perkembangan IPTEK dewasa ini !
b.
Sebutkan
tingkatan teknologi berdasarkan penerapannya !
2.
Pemenuhan
kebutuhan primer dan sekunder
a.
Jelaskan
bagaimana peran ilmu pengetahuan dalam pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder
!
b.
Jelaskan
perbedaan kebutuhan primer dan sekunder !
3.
Bagaimana
peranan IPTEK terhadap bidang sosial dan budaya ? Jelaskan !
JAWABAN
A. Perkembangan seksual dan aseksual
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan perkembangbiakan secara seksual dan aseksual !
Reproduksi
adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk
kehidupan; setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses
reproduksi oleh pendahulunya. Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua
jenis, yaitu seksual dan aseksual. Dalam reproduksi aseksual, suatu individu
dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang
sama. Pembelahan sel bakteri menjadi dua sel anak adalah contoh dari reproduksi
aseksual. Walaupun demikian, reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada
organisme bersel satu. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk
melakukan reproduksi aseksual. Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua
individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Reproduksi manusia normal
adalah contoh umum reproduksi seksual. Secara umum, organisme yang lebih
kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih
sederhana, biasanya satu sel, melakukan reproduksi secara aseksual.
Secara Seksual
adalah suatu proses reproduksi yang melibatkan dua individu, biasanya memiliki
jenis kelamin yang berbeda. Pada organisme tingkat tinggi, terjadi pertemuan
antara dua gamet, yaitu gamet jantan (spermatozoa) dan gamet betina (sel
telur). kedua macam gamet ini dibedakan mulai dari bentuk, ukuran, dan kelakuannya. kondisi gamet yang berbeda
ini disebut Heterogamet.
Peleburan dua macam gamet tersebut
disebut singami. Peristiwa singami didahului dengan peristiwa fertilisasi
(pembuahan) yaitu pertemuan sperma dengan sel telur.
Pada organisme
sederhana tidak dapat dibedakan gamet jantan dan gamet betina karena keduanya
sama, dan disebut isogamet. Bila salah satu lebih besar dari lainnya disebut
anisogamet.
Secara Aseksual adalah cara repoduksi
makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan antara sel kelamin jantan
dan betina). Reproduksi aseksual ini terbagi menjadi dua, yaitu vegetatif alami
dan vegetatif buatan.
1. Sebutkan contoh perkembangbiakan secara seksual dan aseksual !
a. Contoh Seksual.
Contoh yang sederhana saja, kita
sebagai manusia merupakan organisme kompleks yang melakukan reproduksi seksual,
sementara organisme yang sederhana, kebanyakan dari mereka melakukan reproduksi
dengan aseksual.
Contoh lainnya adalah :
1) Penyerbukan pada
Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)
Adalah menempelnya
serbuk sari ke ilang bakal biji (mikrofil), dan terjadi pembuahan tunggal. Alat reproduksinya beruba strobilus jantan dan strobilus betina. Proses penyerbukan
gymnospermae berjalan alami, dan umumnya di bantu oleh angin. Contoh: Dari tumbuhan gymnospermae, yaitu melinjo,
pinus, damar, pakis haji, dan cycas.
2) Penyerbukan pada
Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)
Adalah menempelnya
serbuk sari ke kepala putik dan terjadi pembuahan
ganda. Alat perkembangbiakannya berupa bunga, yang meliputi perhiasan
bunga dan alat kelamin bunga :
·
Perhiasan Bunga : kelopak dan mahkota bunga
·
Alat Kelamin bunga : Benang sari (alat perkembangbiakan jantan) dan putik
(alat perkembangbiakan betina). Benang sari berada pada lingkaran di luar putik
Berdasarkan
kelengkapan bunganya :
·
Bunga lengkap : Bunga yang memiliki kelopak, mahkota, benang sari dan
putik. (Contoh : Bunga Sepatu, Bunga Cabai, Mawar, Melati, Jeruk)
·
Bunga Tidak Lengkap : Bunga yang tidak memiliki salah satu, atau beberapa
bagian bunga baik perhiasan maupun alat kelamin
b. Contoh Aseksual
Contoh perkembangbiakan aseksual
adalah:
1) Pembelahan kembar
Sel yang membelah membentuk dua sel
anak dengan jumlah sitoplasma yang sama. Contoh: Bakteri, ganggang dan amoeba.
2) Kuncupan
Inti sel membelah menjadi dua yang
sama tetapi sitoplasmanya tidak sama besar. Bagian kecil disebut kuncup.
3) Pembetukan spora
Dibentuk di dalam
tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan baik, maka
spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru, spora dihasilkan oleh
jamur, lumut, paku, sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadang-kadang juga
dihasilkan oleh bakteri.
·
Jika
Sporangium pecah, maka spora-spora yang sangat kecil terbawa oleh angin / ke
tempat lain tanpa mengalami kerusakan.
·
Jika Spora
jatuh di tempat yang sesuai, maka akan tumbuh organisme baru.
4) Perkembangbiakan vegetatif: Perkembangbiakan melalui
salah satu organ tumbuh makhluk hidup kemudian diberi fungsi untuk reproduksi.
Organ tersebut dapat berupa akar, batang, daun atau umbi.
A. Geografi dalam kehidupan manusia
1. Jelaskan mengenai penyebaran makhluk hidup !
Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari
tentang penyebaran organisme di muka bumi. Organisme yang dipelajari mencakup
organisme yang masih hidup dan organisme yang sudah punah.
Dalam biogeografi dipelajari
bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya melintasi
berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini menjadi pengendali
penyebaran organisme. Faktor penghalang yang utama adalah iklim dan topografi.
Selain itu, faktor penghalang reproduksi dan endemisme menjadi pengendali
penyebaran organisme.
Studi tentang penyebarn spesies
menunjukkan, spesies-spesies berasal dari suatu tempat, namun selanjutnya
menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian mengadakan
diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadap daerah
yang ditempatinya.
Akibat dari hal tersebut di
atas maka di permukaan bumi ini terbentuk kelompok-kelompok hewan dan tumbuhan
yang menempati daerah yang berbeda-beda. Luas daerah yang dapat ditempati
tumbuhan maupun hewan, berkaitan
dengan kesempatan dan kemampuan mengadakan penyebaran. Biogeografi
mempelajari penyebaran hewan maupun tumbuhan di permukaan bumi. Ilmu yang
mempelajari peyebaran hewan di permukaan bumi disebut zoogeografi.
Penyebaran hewan berdasarkan
luas cakupannya dapat dibedakan menjadi cakupan geografis, cakupan geologis,
dan cakupan ekologis. Cakupan geografis yaitu daerah penyebarannya meliputi
daratan dan sistem perairan. Cakupan geologis, yaitu keadaan daratan dan lautan
di masa lampau. Cakupan ekologis adalah daerah penyebarannya dengan kondisi
lingkungan yang sesuai.
Persebaran organisme di bumi
dipengaruhi oleh beberapa Faktor sebagai berikut:
1.
Lingkungan
Dua faktor lingkungan utama
yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup adalah faktor fisik
(abiotik) adalah iklim (suhu, kelembaban udara, angin), air, tanah, dan
ketinggian permukaan bumi, dan yang termasuk faktor non fisik (biotik) adalah
manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
a.
Faktor Abiotik
i.
Iklim
Faktor iklim termasuk di dalamnya keadaan suhu, kelembaban udara
dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap makhluk di dunia.
Faktor suhu udara berpengaruh terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan fisik
tumbuhan. Sinar matahari sangat diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk proses
fotosintesa. Kelembaban udara berpengaruh pula terhadap pertumbuhan fisik
tumbuhan. Sedangkan angin berguna untuk proses penyerbukan. iklim yang
berbeda-beda pada suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga
berbeda. Contohnya : Tanaman di daerah tropis, banyak jenisnya, subur dan
selalu hijau sepanjang tahun karena bermodalkan curah hujan yang tinggi dan
cukup sinar matahari. berbeda dengan tanaman yang berada di daerah tundra.
ii.
Keadaan tanah
Perbedaaan jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur serta
jumlah zat mineral yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman yang
tumbuh. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air.
Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam
tanah. Di daerah tropis akan hidup berbagai jenis tumbuhan, sedangkan di daerah
gurun atau bersalju hanya akan hidup tumbuhan tertentu. Tumbuhan kaktus salah
satu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di
gurun pasir. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan
keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah. Contohnya: di Nusa
Tenggara jenis hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur.
i.
Air
Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan
karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari
dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat
tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan. Keadaan tekstur tanah
berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap
pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Jenis flora di suatu wilayah
sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah tersebut. Flora di
daerah yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya kurang
dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya. Contohnya: di
daerah gurun, hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya adalah pohon Kaktus
dan tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak hutan lebat, pohonnya
tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.
ii.
Tinggi Rendah Permukaan Bumi
Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti
pegunungan, dataran rendah, perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan
tinggi-rendah permukaan bumi mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu
udara mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan. Hutan yang terdapat di daerah
pegunungan banyak dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Faktor ketinggian permukaan
bumi umumnya dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut . Semakin tinggi
suatu daerah semakin dingin suhu di daerah tersebut. Demikian juga sebaliknya
bila lebih rendah berarti suhu udara di daerah tersebut lebih panas. Oleh sebab
itu ketinggian permukaan bumi besar pengaruhnya terhadap jenis dan persebaran
tumbuhan. Daerah yang suhu udaranya lembab, basah di daerah tropis, tanamannya
lebih subur dari pada daerah yang suhunya panas dan kering.
a.
Faktor Biotik (Makhluk Hidup)
Makhluk hidup seperti manusia,
hewan dan tumbuhan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam persebaran
tumbuhan. Terutama manusia dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat
melakukan persebaran tumbuhan dengan cepat dan mudah. Hutan kota merupakan
jenis hutan yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama manusia.
Manusia juga mampu mempengaruhi kehidupan fauna di suatu tempat dengan
melakukan perlindungan atau perburuan binatang. Hal ini menunjukan bahwa faktor
manusia berpengaruh terhadap kehidupan flora dan fauna di dunia ini. Contohnya:
daerah hutan diubah menjadi daerah pertanian, perkebunan atau perumahan dengan
melakukan penebangan, reboisasi,atau pemupukan.
Selain itu faktor hewan juga
memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan
adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi
perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan
faunanya. hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora.
contohnya: serangga dalam proses penyerbukan, kelelawar, burung, tupai membantu
dalam penyebaran biji tumbuhan. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk
menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan
tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya.
Sejarah
geologi
Kira-kira 200 juta tahun
yang lalu, yaitu pada periode jurasik awal, benua-benua utama bersatu dalam
superbenua (supercontinent) yang disebutPangaea. Hipotesis ini
disampaikan seorang ilmuwan Jerman. Alfred Weneger pada tahun 1915. hipotesis
ini disampaikan lewat bukunya yang berjudul Asal-usul Benua-benua dan
Lautan.
Pada awal tahun 1960-an,
bukti-bukti mengenai pergerakan/pergeseran benua (continental drift)
berhasil ditemukan. Benua-benua yang tergabung dalam Pangea mulai memisah
secara bertahap. Terbukanya laut Atlantik Selatan dimulai kira-kira 125-130
juta tahun lalu, sehingga Afrika dan Amerika Selatan bersatu secara
langsung. Namun, Amerika Selatan juga telah bergerak perlahan ke Amerika Barat
dan keduanya dihubungkan tanah genting Panama. Ini terjadi kira-kira 3,6 juta
tahun yang lalu. Saat “jembatan” Panama terbentuk secara sempurna, beberapa
hewan dan tumbuhan dari Amerika Selatan termasuk Oposum dan Armadillo bermigrasi
ke Amerika Barat. Pada saat yang bersamaan beberapa hewn dan
tumbuhan dari Amerika Barat seperti oak, hewan rusa, dan beruang bermigrasi ke
Amerika Selatan. Jadi perubahan posisi baik dalam skala besar maupun kecil
berpengaruh besar dalam pola distribusi organisme, seperti yang kita saksikan
saat ini. Contoh lain adalah burung-burung yang tidak dapat terbang, misalnya
ostriks, rhea, emu, kasuari dan kiwi terlihat memiliki divergensi percabangan
sangat awal dalam perjalanan evolusi dari semua kelompok burung lainnya.
Akibatnya terjadilah subspesies tadi.
Australia adalah contoh yang
sesuai untuk mengetahui bagaimana gerakan benua-benua memengaruhi sifat dan
distribusi organisme. Sampai kira-kira 53 juta tahun lalu, Australia
dihubungkan dengan Antartika. Hewan khas Australi, yaitu mamalia berkantung
(marsupialia), yang ada pula meski sedikit di Amerika Selatan, secara nyata
terlihat sudah bergerak di antara kedua benua ini lewat Antartika.
a.
Penghambat Fisik
Faktor penghambat fisik disebut
juga penghalang geografi atau barrier (isolasi geografi)
seperti daratan (land barrier), perairan (water barrier), dan
penggentingan daratan (isthmus). Contohnya adalah: gunung yang tinggi,
padang pasir, sungai atau lautan membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu
spesies. Contoh kasusnya adalah terjadinya subspesies burung finch di kepulauan
Galapagos akibat isolasi geografis. Di kepulauan tersebut, Charles Darwin
menemukan 14 spesies burung finch yang diduga berasal dari satu jenis burung
finch dari Amerika Selatan. Perbedaan burung finch tersebut akibat keadaan
lingkungan yang berbeda. Perbedaannya terletak pada ukuran dan bentuk paruhnya.
Perbedaan ini ada hubungannya dengan jenis makanan.
Kita
mengetahui bahwa makhluk hidup itu berkembangbiak, misalnya bagi makhluk yang
hidup di daratan, air merupakan hambatan (water barrier) sedangkan sebaliknya
bagi makhluk air, daratan merupakan hambatan (land barrier). Daratan yang
sempit juga dapat menjadi hambatan, misalnya Costarica di Amerika Tengah
merupakan hambatan berupa filter atau saringan Persebaran makhluk daratan Amerika
Utara dan Amerika Selatan. Selat Panama merupakan filter makhluk hidup di
Samudra Atlantik dan Pasifik. Sebaliknya, kepulauan dapat menjadi
jembatan penyebrangan antara Eurasia dan Australia.
Penyebaran hewan dari
protozoa sampai mamalia sebagian terjadi secara dinamis. Penyebaran secara
dinamis artinya hewan melakukan penyebaran oleh dirinya sendiri. Faktor luar
yang mempengaruhi penyebaran hewan maupun tumbuhan dan biasanya menghambat dinamakan “barier” atau “sawar”. Sawar ini dapat
dibedakan menjadi sawar fisik, sawar iklim, dan sawar biologis.
Sawar fisik air menjadi
penghambat penyebaran hewan darat dan sebaliknya sawar fisik darat menjadi
penghambat penyebaran hewan air. Misalnya katak tidak apat hidup pada air asin.
Jadi salinitas merupakan penghambat bagi penyebaran hewan katak. Adapun luas
benua menjadi hambatan bagi penyebaran hewan air.
Sawar iklim seperti temperatur
rata-rata, musim, kelembapan, kuat lemahnya penyinaran serta lamanya peyinaran
sinar matahari. Sedangkan sawar biologis adalah tidak adanya makanan, adanya
predator, competitor, pesaing atau adanya penyakit. Penyebaran suatu jenis
serangga dibatasi penyebarannya oleh jenis tanaman sebagai makanan, tempat
berlindung, dan tempat untuk reproduksi. Pada kenyataannya, ketiga jenis sawar tersebut
bekerja secara terpadu untuk mempengaruhi atau menghambat penyebaran suatu
biota. Hal lain yang dapat menghambat penyebaran biota adalah rendahnya
toleransi terhadap kondisi faktor lingkungan yang maksimum atau minimum. Hukum
toleransi minimum Liebig yang menyatakan bahwa ketahanan makhluk hidup
disebabkan oleh adanya faktor esensil tetapi berada dalam kondisi yang minimum
dan individu tersebut memiliki daya toleransi yang rendah untuk dapat
beradaptasi. Bintang laut hidup pada berbagai kadar garam tetapi bintang laut
hanya dapat berkembangbiak pada air yang kadar garamnya sangat rendah.
Tiga
faktor inilah yang menentukan adanya variabilitas biogeografi, namun tentunya
ada faktor lain yang menentukan variabilitas yaitu variasi genetic hasil
perkawinan dan mutasi genetik.
a.
Penghambat Fisik
Faktor penghambat fisik disebut
juga penghalang geografi atau barrier (isolasi geografi)
seperti daratan (land barrier), perairan (water barrier), dan
penggentingan daratan (isthmus). Contohnya adalah: gunung yang tinggi,
padang pasir, sungai atau lautan membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu
spesies. Contoh kasusnya adalah terjadinya subspesies burung finch di kepulauan
Galapagos akibat isolasi geografis. Di kepulauan tersebut, Charles Darwin
menemukan 14 spesies burung finch yang diduga berasal dari satu jenis burung
finch dari Amerika Selatan. Perbedaan burung finch tersebut akibat keadaan
lingkungan yang berbeda. Perbedaannya terletak pada ukuran dan bentuk paruhnya.
Perbedaan ini ada hubungannya dengan jenis makanan.
Kita
mengetahui bahwa makhluk hidup itu berkembangbiak, misalnya bagi makhluk yang
hidup di daratan, air merupakan hambatan (water barrier) sedangkan sebaliknya
bagi makhluk air, daratan merupakan hambatan (land barrier). Daratan yang
sempit juga dapat menjadi hambatan, misalnya Costarica di Amerika Tengah
merupakan hambatan berupa filter atau saringan Persebaran makhluk daratan Amerika
Utara dan Amerika Selatan. Selat Panama merupakan filter makhluk hidup di
Samudra Atlantik dan Pasifik. Sebaliknya, kepulauan dapat menjadi
jembatan penyebrangan antara Eurasia dan Australia.
Penyebaran hewan dari
protozoa sampai mamalia sebagian terjadi secara dinamis. Penyebaran secara
dinamis artinya hewan melakukan penyebaran oleh dirinya sendiri. Faktor luar
yang mempengaruhi penyebaran hewan maupun tumbuhan dan biasanya menghambat dinamakan “barier” atau “sawar”. Sawar ini dapat
dibedakan menjadi sawar fisik, sawar iklim, dan sawar biologis.
Sawar fisik air menjadi
penghambat penyebaran hewan darat dan sebaliknya sawar fisik darat menjadi
penghambat penyebaran hewan air. Misalnya katak tidak apat hidup pada air asin.
Jadi salinitas merupakan penghambat bagi penyebaran hewan katak. Adapun luas
benua menjadi hambatan bagi penyebaran hewan air.
Sawar iklim seperti temperatur
rata-rata, musim, kelembapan, kuat lemahnya penyinaran serta lamanya peyinaran
sinar matahari. Sedangkan sawar biologis adalah tidak adanya makanan, adanya
predator, competitor, pesaing atau adanya penyakit. Penyebaran suatu jenis
serangga dibatasi penyebarannya oleh jenis tanaman sebagai makanan, tempat
berlindung, dan tempat untuk reproduksi. Pada kenyataannya, ketiga jenis sawar tersebut
bekerja secara terpadu untuk mempengaruhi atau menghambat penyebaran suatu
biota. Hal lain yang dapat menghambat penyebaran biota adalah rendahnya
toleransi terhadap kondisi faktor lingkungan yang maksimum atau minimum. Hukum
toleransi minimum Liebig yang menyatakan bahwa ketahanan makhluk hidup
disebabkan oleh adanya faktor esensil tetapi berada dalam kondisi yang minimum
dan individu tersebut memiliki daya toleransi yang rendah untuk dapat
beradaptasi. Bintang laut hidup pada berbagai kadar garam tetapi bintang laut
hanya dapat berkembangbiak pada air yang kadar garamnya sangat rendah.
Tiga
faktor inilah yang menentukan adanya variabilitas biogeografi, namun tentunya
ada faktor lain yang menentukan variabilitas yaitu variasi genetic hasil
perkawinan dan mutasi genetik.
1. Jelaskan pembagian wilayah berdasarkan iklim !
Geografi kehidupan atau biografi adalah pembagian
wilayah berdasarkan kondisi geografi yang berkaitan dengan kehidupan yang
terdapat di dalamnya. Atau dengan kata lain, pembagian wilayah di bumi yang
berkaitan dengan kehidupan tumbuhan dan hewan. Iklim, tumbuhan (vegetasi), dan
hewan merupakan ekosistem skala besar yang disebut habitat atau bioma. Kondisi
suatu bioma dipengaruhi oleh faktor abiotic dan biotik. Misalnya daerah pantai,
faktor abiotiknya adalah pasir, lumpur, dan lain-lain, sedangkan faktor
biotiknya adalah ikan, buaya, dan lain-lain.
Berdasarkan iklimnya, suatu
daerah/wilayah di bumi ini dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. Daerah Tropis
Daerah tropis terletak di sepanjuang
khatulistiwa antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) dan 23,5 derajat Lintang
Selatan (LS), beriklim panas.
Ciri-ciri daerah tropis, antara lain adalah
·
Matahari bersinar sepanjang tahun
·
Perubahan suhu sangat kecil (amplitudonya
kecil).
·
Curah hujan tinggi, merata sepanjang tahun
antara 200 - 225 cm per tahun.
·
Pohon-pohonnya besar dan tinggi, bisa mencapai
20 - 40 meter dan membentuk kanopi.
·
Tanah di bawahnya hampir tidak terkena sinar
matahari, yang menyebabkan tanaman merambat atau menjalar ke atas.
·
Tanaman perdu masih bisa hidup dalam kanopi
tanaman besar, sehingga terciptalah tingkatan kehidupan.
Di pedalaman daerah tropis terdapat beberapa
padang/gurun pasir yang kondisinya berbeda jauh dengan lingkungan hutan
tropis.
Ciri-ciri daerah padang/gurun pasir adalah :
·
Perubahan suhunya sangat besar, padasiang
hari suhu bisa mencapai 50 derajat Celciusi, sebaliknya pada malam hari suhu
dapat mencapai 0 derajat Celcius.
·
Curah hujan sangat rendah, sekitar 25 cm per
tahun.
·
Kelembaban udara sangat rendah, sedangkan
penguapan ai (evaporasi sangat tinggi, sehingga mengakibatkan tanah nya menjadi
tandus.
2. Daerah
Subtropis
Daerah subtropis terletak di daerah antara 23,5
derajat - 66,5 derajat Lintang Utara (LU) dan 23,5 derajat - 66,5 derajat
Lintang Selatan (LS). Beriklim sedang. Di daerah subtropis mengalami 4 musim,
yaitu :
·
Musim panas (summer).
·
Musim gugur (autumn).
·
Musim dingin (winter).
·
Musim semi (spring).
Bioma daerah subtropis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
·
Curah hujan sepanjang tahun antara 75 - 100 cm
per tahun.
·
Memiliki 4 musim.
·
Hutannya merupakan luruh. Gugurnya daun pohonan
hutan merupakan persiapan akan datangnya musim dingin, dan bersemi kembali
setelah musim dingin selesai.
·
Adanya salju saat musim dingin.
·
Jumlah spesies tumbuhan lebih sedikit
dibandingkan daerah tropis, pepohonan tinggi, jarak antar pohon satu dengan
yang lain tidak rapat, sehingga tidak ada tanaman perdu di bawahnya.
·
Di daerah tengah benua terdapat padang rumput,
karena curah hujannya sedikit, maka sulit bagi pohon untuk hidup dengan baik.
3. Daerah
Kutub
Daerah kutub terletak antara 66,5 derajat - 90
derajat Lintang Utara (LU) dan 66,5 derajat - 90 derajat Lintang Selatan (LS).
Pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam sehari, sehingga malam
menjadi lebih singkat, sebaliknya pada musim dingin matahari bersinar kurang
dari 12 jam, sehingga malam menjadi lebih lama. Bioma yang khas di daerah
beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdiri dari satu jenis
spesies (hutan homogen).
Ciri-ciri ekosistem daerah kutub adalah :
·
Perbedaan suhu dalam musim panas dan musim
dingin sangat mencolok.
·
Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas
antara 3 - 6 bulan.
·
Pohon khasnya konifer, sedangkan hewan yang
hidup di kawasan tiaga adalah moose, beruang hitam, ajak, dan lain-lain.
·
Burung-burung beremigrasi di musim gugur -
dingin.
·
Lebih ke utara di belahan bumi utara terdapat
tundra, lokasinya di sekitar kutub sehingga iklimnya disebut juga iklim kutub.
Ciri-cirinya adalah :
·
Perbedaan siang dan malam pada musim panas dan
musim dingin sangat besar.
·
Dalam musim panas, tumbuh-tumbuhan membuat
persediaan makanan untuk satu tahun. Tumbuhan musim berbunga serempak, sehingga
padang rumput dipenuhi oleh berbagai jenis hewan.
·
Hewan khasnya adalah rendeer, musk oxen, dan
beruang putih. Guna melindungi dirinya, hewan daerah kutub akan merubah bulunya
menjadi gelap pada waktu musim panas, dan berwarna putih pada saat musim
dingin.
1. Sebutkan pembagian wilayah untuk penyebaran binatang !
Pembagian
Persebaran Fauna Di Indonesia merupakan
topik pembahasan yang akan kita bahas artikel kali . Pada artikel
ini kita akan membahas salah satu materi yang terdapat pada mata pelajaran
geografi, meliputi daerah-daerah persebaran fauna di Indonesia yang disertai
contoh fauna yang terdapat pada daerah-daerah tersebut.
Persebaran fauna di Indonesia tersebar berdasarkan kondisi sejarah geologis negara Indonesia. Pembagian persebaran fauna secara geologis di Indonesia di bagi menjadi 3 wilayah oleh Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber yaitu wilyah asiatis (Indonesia bagian Barat), peralihan, serta Australis (Indonesia bagian Timur). Berikut di bawah ini merupakan jenis persebaran fauna di Indonesia.
1.
Fauna Asiatis
Fauna Asiatis, wilayah
persebaran fauna asiatis tersebar pada dataran sunda atau wilayah Indonesia bagian
Barat yang meliputi Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan.
Ciri-Ciri dan Contoh Fauna Asiatis
Fauna pada wilayah
asiatis memiliki ciri-ciri yaitu kita dapat menjumpai berbagai mamalia berukuran
besar seperti gajah (Elepahas maximus sumatranus), badak
(Rhinoceros sondaicus), harimau (Panthera tigris), beruang (Helarctos malayanus),
dan orang utan (pongo phygmaeus). Pada wilayah
fauna asiatis terdapat pula fauna endemik, fauna endemik adalah
fauna yang hanya dapat ditemukan pada satu tempat tertentu dan tidak dapat
ditemukan di tempat atau lokasi lain contohnya Beo Nias (Gracula religiosa robusta) yang dapat kita temukan di
Kabupaten Nias, Bekantan atau bisa disebut kera Belanda (Nasalis larvatus), Orang utan Kalimantan (Pongo phygmaeus), dan badak berucula satu yang dapat
kita temui di Ujung kulon Jawa Barat.
2.
Fauna Peralihan
Fauna Peralihan di batasi
oleh garis Wallace dan Weber. Garis Wallace adalah
garis yang membatasi di Dangkalan Sunda antara fauna asiatis dengan fauna
peralihan. Garis Weber adalah garis yang membatasi di
Dangkalan Sahul antara fauna Peralihan dengan fauna Australis.
Wilayah persebaran fauna peralihan tersebar meliputi kawasan Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Contoh fauna peralihan antara lain babi rusa (Babyrousa babirussa), anoa (Bubalus depressicornis), biawak (Veranus salvator), komodo (Varanus komodosiensis), dan kuskus (Ailurops ursinus), burung maleo (Macrocephalon maleo).
Wilayah persebaran fauna peralihan tersebar meliputi kawasan Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Contoh fauna peralihan antara lain babi rusa (Babyrousa babirussa), anoa (Bubalus depressicornis), biawak (Veranus salvator), komodo (Varanus komodosiensis), dan kuskus (Ailurops ursinus), burung maleo (Macrocephalon maleo).
3. Fauna
Australis
Fauna Australis, fauna
ini tersebar di Dataran Sahul atau wilyah Indonesia bagian Timur seperti Papua.
Contoh fauna Australis yaitu hewan-hewan berkantung seperti kanguru (Macropus giganteus), burung kasuari (Casuarius casuarius), kuskus (Ailurops ursinus), burung cendrawasih (Paradisaea rudolphi), kakatua (Cacatua moluccensis), dan amfibi.
A. Ekologi dan dampak perkembangan IPTEK terhadap kehidupan manusia
1. IPTEK dan perkembangannya
a. Jelaskan bagaimana perkembangan IPTEK dewasa ini !
Perkembangan
IPTEK pada saat ini
Perkembangan dunia IPTEK yang demikian
pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia.
Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar,
kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem
kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan
percepatan yang menakjubkan.
Begitupun dengan telah ditemukannya
formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser
posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia.
Ringkas kata, kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah
diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan
umat manusia.
Bagi masyarakat sekarang, IPTEK sudah
merupakan suatu religion. Pengembangan IPTEK dianggap sebagai solusi dari
permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja IPTEK sebagai liberator
yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. IPTEK
diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas.
Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat
dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa IPTEK
mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern
yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif IPTEK
terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun IPTEK mampu mengungkap semua tabir
rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti IPTEK sinonim dengan kebenaran. Sebab
IPTEK hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah
lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur
keadilan.
Dampak positif dan dampak negatif dari
perkembangan teknologi dilihat dari berbagai bidang:
1. Bidang
Informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi
telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan
dampak positipnya antara lain:
a. Kita
akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di
bumi bagian manapun melalui internet
b. Kita
dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan
melalui handphone
c. Kita
mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain
Disamping keuntungan-keuntungan yang
kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga
untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
a. Pemanfaatan
jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
b. Penggunaan
informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa
disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
c. Kerahasiaan
alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi
tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara
langsung dari internet.
d. Kecemasan
teknologi, selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer.
Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting
dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi.
Rusaknya modem internet karena disambar petir.
2. Bidang
Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi
berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat
positifnya antara lain:
a. Pertumbuhan
ekonomi yang semakin tinggi
b. Terjadinya
industrialisasi
c. Produktifitas
dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan
kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri
maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung
secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia
ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan
semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul
teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak
langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung
dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu
pergi ke toko.
d. Persaingan
dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan
pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi,
akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang
diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan
adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan
pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja
yang berubah tersebut.
e. Di
bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran
menjadi komoditi Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain; 1. Terjadinya
pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai
dengan yang dibutuhkan; 2. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat
pada era globalisasi juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan:
konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
1. Bidang
Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita
lihat
a. Perbedaan
kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin
besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia
pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah
perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang
tertulis dalam buku Megatrend for Women: From Liberation to Leadership yang
ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa
peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang
memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri,
dan berbagai jabatan penting lainnya.
b. Meningkatnya
rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena
yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya
diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh.
Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
c. Tekanan,
kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi
globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Meskipun demikian kemajuan teknologi
akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:
a. Kemerosotan
moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.
Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan
berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat
menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
b. Kenakalan
dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya
kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan
tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan
penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama,
kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin
meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret,
pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
c. Pola
interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah
tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer
yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk
berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet,
dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu
tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada
banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk
berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang
yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet
relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang
asing kapan saja.
2. Bidang
Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat
penting dalam bidang pendidikan antara lain:
a. Munculnya
media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu
pengetahuan.
b. Munculnya
metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam
proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru
yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi
tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
c. Sistem
pembelajaran tidak harus melalui tatap muka Dengan kemajuan teknologi proses
pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga
menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.
Disamping itu juga muncul dampak negatif
dalam proses pendidikan antara lain:
a. Kerahasiaan
alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven,
Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dari
permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan
pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui
internet tersebut.
b. Penyalahgunaan
pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita
tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang
berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu
komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan
lain-lain.
1. Bidang
politik
Beberapa dampak yang dapat ditimbulkan
dalam bidang politik:
a. Timbulnya
kelas menengah baru Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan
mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya
hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera
Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk
menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
b. Proses
regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi
kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang
diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
c. Di
bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya
regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan
kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi
transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu
akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan
melahirkan kekuatan ekonomi baru.
Sehingga, dari uraian diatas kita bisa
menyimpulkan bahwa kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita
hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai
dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat
bentu/ekstensi kemampuan diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah
kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri.
Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh
system-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi,
teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah
kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap
dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.
Perkembangan teknologi memang sangat
diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi
kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam
melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah
menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan
dalam dekade terakhir ini. Namun manusia tiudak bisa menipu diri sendiri akan
kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.
a. Sebutkan tingkatan teknologi berdasarkan penerapannya !
1. Teknologi Tinggi (Hi –
tech). Suatu jenis teknologi mutakhir
yang dikembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru. Contoh:
computer, laser, bioteknologi, satelit komunikasi dan sebagainya. Ciri – ciri
teknologi ini adalah padat modal, didukung rasilitas riset dan pengembangannya,
biaya perawatan tinggi, ketrampilan operatornya tinggi dan masyarakat
penggunanya ilmiah.
2. Teknologi Madya. Suatu
jenis teknologi yang dapat dikembangkan dan di dukung masyarakat yang lebih
sederahan dan dapat digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling
menguntungkan. Ciri teknologi madya adalah tidak memerlukan modal yang terlalu
besar dan tidak memerlukan pengetahuan baru, karena telah bersifat rutin.
Penerapan teknologi maday ini bersifat setengah padat modal da padat karya,
unsur – unsur yang mendukung industrinya biasanya dapat diperoleh di dalam
negeri dan keterampilan pekerjanya tidak terlalu tinggi.
3. Teknologi Tepat Guna. Teknologi
ini dicirikan dengan skala modal kecil, peralatan yang digunakan sederhana dan
pelaksanaannya bersifat padat karya. Biasanya dilakukan di negara – negara berkembang,
karena dapat membantu perekonomian pedesaan, mengurangi urbanisasi dan
menciptakan tradisi teknologi dari tingkat paling sederhana.
Dengan kemajuan pesat ilmu pengetahuan
dan teknologi terutama di bidang teknologi informasi dan teknologi transportasi
yang dicapai manusia pada unjung pertengahan kedua abad ke XX, memungkinkan
arus informasi menjadi serba cepat: apa dan oleh siapa dari seluruh muka bumi
(bahkan sebagian jagat raya) – menembus ke seluruh lapisan masyarakat dengan
bebas tanpa membedakan siapa dia si penerima. Tanpa mengenal batas jarak dan
waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat
menghambat bertukar pikiran. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengaruh
perkembangan IPTEK terhadap beberapa pola kemasyarakatan.
1. Pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder
a. Jelaskan bagaimana peran ilmu pengetahuan dalam pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder !
1. Pemenuhan
Kebutuhan Primer
a) Sandang
Manusia sebagai mahkluk susila memerlukan pakaian,
mula-mula pakaian yang dikenakan hanya untuk menutupi auratnya saja, kemudian
pakaian juga berfungsi sebagai melindungi diri dari serangan panas matahari dan
udara dingin. Sekarang pakaian memepunya fungsi yang lebih luas lagi yaitu
kenyamanan dengan menciptakan jenis yang sesauai dengan kebutuhan, misalnya
pakaina kerja, pakaian tidur, pakaian olah raga dan sebagainya, bahkan sekarang
orang beranggapan bahwa dapat menunjukan status sosial pakainya. Kebutuhan
manusia yang makin meningkat juga mendorong manusia untuk menciptakan tekhologi
yang dapat meningkatkan mutu dan jenis bahan pakaian. Sekarang manusia tidak
hanya mengadalkkan serat-serat alami untuk membuat bahan pakaian, akan tetapi
dapat juga membuat serat-serat sistentis dari pokok-pokok kayu (benag rayon)
maupun dari bahan galian seperti sulingan batu bara dan minyak bumi (poliester,
polipropilen, polictilen)
b) Pangan
Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia untuk dapat
bertahan hidup. Kebutuhan pangan ini terus meningkat baik kualitas maupun
kantitasnya, sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Usah untuk memenuhi
kebutuhan pangan biasnya dilakukan dengan cara ekstensifikasi, yatiu dengan
memperluas lahan pertanian, dan dengan intensifikasi yaitu dengan meningkatkan
mutu melalui pemilihan bibit yang unggl, cara penggarapan yang lebih baik,
pemeliharaan tanaman yang lebih teliti dan pengelolaan pasca panen yang lebih
sempurna.Dengan memeanfaatkan IPA dan teknologi yang makin berkembang manusia
dapat menciptakan bibit unggl dengan teknik radiasi, rekayasa genetik dan
sebagainya. Penggunaan hormon tumbuhan yang memacu tumbuhnya daun, buanga atau
buah lebih lebat dan lebih cepat. Penggunaan mekanisme pertanian juga membantu
manusia dalam mengollah lahan dan memungut hasil panen dengan lebih cepat.
c) Papan
Dalam masa yang masih tradisional rumah sangat
tergantung pada bahan-bahan yang ada di sekitarnya. Misalnya di daerah
pegunungan atap terbuat dari ijuk, di daerah pantai atap terbuat dari
daun rumbia, dan di daerah yang kaya dengan kayu seperti Kalimantan orang
membuat atap dengan sirap, di Toraja memekai bambu, sedangkan di Nusa Tenggara
menggunakan ilalang. Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan manusia akan tempat
tinggal, terutama di kota-kota besar, dimana lahan untuk pembangunan rumah
semakin sempit, maka manusia berusaha membuat rumah bertingkat dan menggunakan
bahan-bahan banguanan yang makin ditingkatkan kualitasnya. Fungsi rumah juga
tidak lagi hanya sekedar untuk bertahan diri dari cuaca yang tidak
menguntungkan dan berlindung dari serangan binatang buas, tetapi sudah merupakan
tempat tinggal yang memenuhi rasa kenyamanan dan keindahan.
2. Pemenuhan
Kebutuhan Sekunder
a) Bidang
Industri
Teknologi merupakan cara yang harus dilakukan
manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhannya yang makin meningkat baik
kualitas maupun kuantitasnya, karena itu diperlukan alih tegnologi (transfer of
technology) dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang. Proses
pengambilalihan ini memerlukan perhitungan yang matang agar teknologi yang baru
dapat diterima dan digunakan oleh masyarakat waktu itu (teknologi yang
adaktif). Serta sifatnya melindungi teknologi yang telah ada (teknologi
protektif). Secara positif indrustri memang memberikan kegunaan yang besar bagi
manusia, tetapi dampak sampingannya berupa limbah indrustri dapat pula
menimbulkan gangguan bagi penduduk yang bertempat tinggal disekitar kawasan
industri.
b) Bidang
Transportasi
Penemuan roda memegang peranan penting transportasi,
karena dengan roda yang bentuknya bundar dapat diperlukan gerakan yang mudah,
kemudian dapat dipermudah lagi dengan digunakan binatang penarik, sehingga
beban manusia semakin ringan. Setelah ditemukannya mesin yang dapat menggerakan
roda, maka transportasi bukan hanya lebih ringan, tetapi juga lebih cepat.
Bersamaan dengan kemajuan di bidang transportasi ini muncul pula dampak-dampak
negatif, seperti tercemarnya udara oleh banyaknya kendaraan bermotor,
tercemarnya lautan, dan tercemarnya udara olehh sisa pembakaran pesawat udara,
yang jumlahnya setiap hari terus bertambah.
c) Bidang
Komunikasi
Sebagai makhluk sosial manusia perlu berkomunikasi
dengan sesamanya. Cara yang paling sederhana adalah dengan bertatap muka secara
langsung, tetapi bila jaraknya jauh tentu diperlukan alat komunikasi. Dengan
ditemukannya satelit telekomunikadi kebutuhan manusia makin terpenuhi untuk
mengadakan hubungan secara lebih cepat dan murah.
2. Jelaskan perbedaan kebutuhan primer dan sekunder !
1.
Kebutuhan primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi untuk
kelangsungan hidup manusia. Kebutuhan primer disebut juga kebutuhan pokok.
Seandainya kebutuhan primer tidak dipenuhi, kelangsungan hidup manusia akan
terganggu.
Contoh kebutuhan primer, antara lain makan, minum,
pakaian, dan tempat tinggal
2.
Kebutuhan
Sekunder
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang dipenuhi
setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan atau
pelengkap kebutuhan pokok. Kebutuhan sekunder setiap orang dapat berbeda-beda.
Contoh kebutuhan sekunder adalah radio, perabot rumah tangga, pendidikan, tas, sepeda motor, meja, kursi, alat tulis, dan alat olah raga.
Contoh kebutuhan sekunder adalah radio, perabot rumah tangga, pendidikan, tas, sepeda motor, meja, kursi, alat tulis, dan alat olah raga.
2. Bagaimana peranan IPTEK terhadap bidang sosial dan budaya ? Jelaskan
Perkembangan IPTEK sangatlah pesat bahkan kita sebagai manusia telah banyak
merasakan inovasi – inovasi dampak dari perkembangan IPTEK. Kita sebagai
manusia pastilah menunggu – nunggu tentang perkembangan IPTEK yang baru untuk
memberikan dampak yang postif terhadap manusia itu sendiri karena dengan adanya
teknologi manusia terbantu dengan pekerjaan – pekerjaan yang dilakukannya dalam
kehidupan sehari – hari bahkan satu hari pun manusia tidak lepas dari teknologi
– teknologi elektronik yang ada diera ini. Tokoh Rias Van Wyk dalam buku yang
berjudul “Technology is a “set of means” created by people
to facilitate human endeavor”. Mendefinisikan 4 hal yang harus ada dalam
teknologi, yaitu :
a.
Teknologi terkait dengan
ide atau pikiran yang tidak akan pernah berakhir, keberadaan teknotogi
bersama dengan keberadaan budaya umat manusia.
b.
Teknologi merupakan
kreasi dari manusia, sehingga tidak alami dan bersifat artificial.
c.
Teknologi merupakan
himpunan dari pikiran (set of means), sehingga teknologi dapat dibatasi
atau bersifat universal, tergantung dari sudut pandang analisis.
d.
Teknologi bertujuan
untuk memfasilitasi human endeavor (ikhtiar manusia). Sehingga
teknologi harus mampu mengangkatkan performansi (kinerja) kemampuan
manusia.
Dari Definisi 4 hal diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa entitas yang
terkandung dalam teknologi yaitu Skill (Keterampilan), Algorithma (Logika
berfikir) dan hardware (Perangkat Keras). Dalam pandangan Management of
Technology, Teknologi dapat digambarkan dalam beragam cara antara lain,
yaitu:
a.
Teknologi sebagai makna
untuk memenuhi suatu maksud di dalamnya terkandung apa saja
yang dibutuhkan untuk merubah (mengkonversikan) sumber daya ke suatu
produk atau jasa.
b.
Teknologi
tidak sebagai pengetahuan, sumber daya yang diperlukan untuk mencapai
suatu tujuan (objektif).
c.
Teknologi adalah suatu
tubuh dari ilmu pengetahuan dan rekayasa (Engineering) yang dapat di
Aplikasikan pada perancangan produk dan atau proses atau pada penelitian
untuk mendapatkan pengetahuan baru
1.
Bidang Sosial
Dalam hal ini bidang sosial manusia dipengaruhi oleh perkembangan teknologi
yang ada dimasa kini. Manusia memanfaatkan teknologi yang ada untuk berbagai
macam keperluaan seperti untuk berkomunikasi, menambah wawasan dan menghasilkan
uang untuk menghidupi dirinya. Akan tetapi setiap hal yang bernilai positif
pasti ada dampak – dampak yang ditimbulkan darinya , seperti halnya kemajuan IPTEK
dalam bidang sosial. Ada dampak baik dan dampak buruk, dibawah ini adalah
dampak berkembangan IPTEK dalam bidang sosial :
a.
Dampak Positif
·
Mudahnya berkomunikasi
dengan orang – orang yang jarak jauh
·
Waktu dan biaya lebih
efisien
·
Mempermudah mencari
Informasi yang ingin diketahui serta menambah wawasan dan pengetahuan
·
Sosialisasi kebijakan
pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat.
·
Informasi yang ada di
masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh masyarakat.
b.
Dampak Negatif
·
Maraknya perilaku
menyimpang yang terjadi di kalangan masyarakat pada dan umumnya dan khususnya
remaja
·
Timbulnya kejahatan
public
·
Manusia menjadi malas
·
Kurangnya interaksi
langsung antara manusia karena mereka lebih senang mengutarakan pembicaraan
melalui dunia maya atau jejaringan sosial
2.
Bidang Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat
istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Peran IPTEK
dalam budaya juga berpengaruh cukup besar dalam hal ini tetapi terkadang
seseorang menyalah gunakan IPTEK dalam bidang budaya menjadi tidak baik.
Berikut ini adalah dampak perkembangan IPTEK dalam Bidang Budaya :
a.
Dampak Positif
·
Kita dapat mengetahui
budaya – budaya yang ada di Negara – Negara lain
·
Teknologi yang ada dapat
dikolaborasikan dengan budaya – budaya yang ada
·
Dapat menshare budaya
yang ada di Negara masing – masing
·
Tekanan, kompetisi yang
tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan
melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
b.
Dampak Negatif
·
Budaya yang ada bisa
diklaim oleh Negara lain
·
Dapat merubah budaya
yang telah ada karena perkembangan IPTEK yang cukup pesat
·
Kehilangan jati diri
budaya yang ada di Negara tersebut
·
Hilangnya semangat
Nasionalisme
