Kamis, 07 November 2019

Contoh Aplikasi dalam Psikologi


Membuat Contoh Aplikasi dalam Psikologi

Test Kepribadian MBTI (Komputerisasi/Online)
Contoh Aplikasi
Tes Kepribadian MBTI
Tujuan
Untuk mengungkapkan kepribadian: arah, minat, kecakapan, kemampuan, gaya kerja, ataupun gaya komunikasi
Batasan
-        Batasan waktu hanya 20 menit
-        Harus memilih pernyataan dengan cepat dan tepat sesuai dengan tipe kepribadian individu
-        Pada saat mengerjakan tes ini, terdapat hambatan pada internet apabila mengalami gangguan
Kontrol
Mengontrol jalannya aplikasi tes MBTI pada saat digunakan
Input
Memilih salah satu pernyataan yang sesuai dengan kepribadian dirinya
Proses
Memberikan tanda (X) pada tiap pernyataan yang dipilih
Output
Hasil atau skor yang akan didapatkan untuk mengetahui tipe kepribadian seseorang
Umpan Balik
Bisa mengetahui tipe kepribadian apa yang kita miliki, lalu mengintropeksikannya oleh individu yang bersangkutan

Sejarah dan Landasan Teori Tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)
MBTI ini berdasarkan pemikiran C.G Jung (1921-1971) mengenai persepsi, judgement dan sikap yang digunakan oleh setiap tipe yang berbeda dari individu. Persepsi adalah kemampuan psikologis individu untuk sadar pada hal-hal, orang-orang dan ide-ide. Judgement melibatkan berbagai cara untuk menyimpulkan apa yang telah dipersepsikan individu tersebut. Kalau orang berbeda satu sama lain ketika mempersepsikan sesuatu juga ketika melakukan judgement, maka perbedaan ini juga mempengaruhi minat, keterampilan, nilai-nilai serta reaksi mereka. MBTI dibuat untuk mempelajari tipe kepribadian berdasarkan teori Jung.
MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator sendiri merupakan instrumen tes yang sangat populer dikalangan pemerhati kepribadian individu. MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers (dari merekalah kemudian nama MBTI berasal) pada era Perang Dunia II untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe pekerjaan yang paling cocok untuk mereka: apakah mereka cocok menjadi pilot, manajer, dokter, atau bos mafia?

Perbedaan Tes MBTI dengan Tes Inventori yang lain
MBTI berbeda dengan instrumen mengenali tipe kepribadian lain dalam hal:
·         Dirancang untuk mengimplementasikan teori; jadi teori (Jung) harus dimengerti untuk memahami MBTI. 
·         Berdasarkan teori, ada dinamika hubungan yang khusus antar skala, yang kemudian akan mengantar penjelasan tentang 16 tipe karakteristik kepribadian.
·         Deskripsi tipe-tipe ini dan teorinya sebenarnya dapat dijelaskan dalam kerangka perkembangan manusia seumur hidupnya.
·         Skala ini memperhatikan fungsi dasar manusia yaitu persepsi dan judgement yang selalu ada di perilaku manusia, sehingga sangat bermanfaat untuk digunakan dalam hidup sehari-hari.

Tujuan Tes MBTI
Tujuan Tes MBTI adalah untuk mengungkap kepribadian: arah, minat, kecakapan, kemampuan, gaya kerja, ataupun gaya komunikasi. Aplikasi praktis tes MBTI adalah: Memahami diri sendiri, memahami orang lain, menghargai perbedaan, pengembangan diri, memilih karir, team building, penyelesaian konflik, dan memperbaiki komunikasi. Selain itu, MBTI tidak mengukur: Gangguan kejiwaan, abnormalitas, emosi, trauma, daya belajar, tingkat kedewasaan, penyakit, dan intelegensi. MBTI juga mengukur preferensi, seperti: Bagian keberadaan kita, tidak ada benar salah, dan tidak ada kurang – lebih baik




Dimensi-Dimensi pada Tes MBTI
MBTI adalah peta psikologis yang bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan (dikotomis), yaitu:
·         Extrovert (E) vs. Introvert (I). Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka bergaul, menyenangi interaksi sosial dengan orang lain, dan berfokus pada the world outside the self. Sebaliknya tipe introvert adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menutut interaksi semisal membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif.
·         Sensing (S) vs. Intuitive (N). Tipe dikotomi kedua ini melihat bagaimana seseorang memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, factual facts, dan melihat data apa adanya. Sensing adalah concrete thinkers. Sementara tipe intuitive memproses data dengan melihat pola dan impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Intuitive adalah abstract thinkers.
·         Thinking (T) vs. Feeling (F). Tipe dikotomi yang ketiga ini melihat bagaimana orang berproses mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan. Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan.
·         Judging (J) vs. Perceiving (P). Tipe dikotomi yang terakhir ini ingin melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging disini bukan berarti judgemental (atau menghakimi). Judging disini diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak secara sekuensial (tidak melompat-lompat). Sementara tipe perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, adaptif, dan bertindak secara random untuk melihat beragam peluang yang muncul.

Dalam MBTI, ada 4 dikotomi mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi perilaku seseorang, diantaranya:
·         Bagaimana/dari mana seseorang memperoleh energi; apakah dari luar diri (extrovert/E), atau dari dalam diri (introvert/I),
·         Bagaimana seseorang mendapatkan informasi; apakah melalui panca indra (sensing/S) atau imajinasi (intuiting/N),
·         Bagaimana seseorang membuat keputusan; apakah berdasarkan pemikiran (thinking/T) atau perasaan (feeling/F),
·         Bagaimana orientasi kehidupan seseorang; apakah dengan menilai (judging/J) atau dengan memahami (perceiving/P).









Referensi         :

Senin, 07 Oktober 2019

Membuat Contoh Sistem dalam Psikologi beserta Penjelasannya (Mata Kuliah Sistem Informasi Psikologi)


System
Elements

Goals
Inputs
Processing Elements
Outputs
Intelligence     Structure Test (IST)
-    Soal – soal test IST yang terdapat 9 subtest
-    Lembar Jawaban test IST
-    Buku Norma IST
-       Rapport Pembuka
-       Tester memberikan instruksi
-       Tester melakukan observasi
-       Rapport Penutup
-       Melakukan skoring
-    Hasil nilai dari Row Score (RW)
-    Hasil nilai dari Standardized Score (SW)
-   Digunakan untuk mengukur tingkat intelegensi individu.
-   Digunakan untuk memahami diri dan pengembangan pribadi.
-   Merencanakan pendidikan dan karier serta membantu pengambilan keputusan dalam hidup individu. 

Penjelasan:
            Saya akan menjelaskan sistem test Intelligence Structure Test (IST), test ini salah satu test yang sering digunakan untuk mengukur inteligensi individu. Dimana test IST ini biasanya hanya dikenali atau dilihat melalui manifestasinya misalnya pada hasil prestasi suatu test. Tujuan dari test IST ini adalah untuk mengukur tingkat intelegensi individu, untuk memahami diri dan pengembangan pribadi, dan merencanakan pendidikan dan karier serta membantu pengambilan keputusan dalam hidup individu.
            Untuk membuat sistem ini dibutuhkan seorang Psikologi (tester) yang mengerti tentang test Intelligence Structure Test (IST) agar testee bisa mengerjakan soal-soal test dengan baik dan benar. Pada test Intelligence Structure Test (IST), terdapat 9 subtes dimana masing-masing subtes memiliki jumlah waktu pengerjaan berbeda-beda. Sembilan subtes tersebut adalah: SE (melengkapi kalimat), WA (melengkapi kata-kata), AN (persamaan kata), GE (sifat yang dimiliki bersama), RA (berhitung), ZR (deret angka), FA (memilih bentuk), WU (latihan balok), ME (latihan simbol).
Di dalam sistem terdapat pemrosesan yaitu, sebelum mengerjakan test tester harus memberikan salam dan rapport pembuka terlebih dahulu agar testee tidak kaku dan merasa nyaman. Setelah itu, tester memberikan instruksi dan kasih contoh kepada testee cara mengerjakan masing-masing subtes dengan jelas dan benar. Saat testee mengerjakan soal tersebut, tester melakukan observasi dimana tester harus mencatat waktu pada masing-masing subtes serta mencatat apa yang ia lakukan saat mengerjakan baik secara verbal maupun nonverbal. Setelah selesai, jangan lupa memberikan rapport penutup kepada testee.
Selanjutnya tahap skoring, yang digunakan untuk setiap subtes adalah dengan memeriksa setiap jawaban dengan menggunakan kunci jawaban yang telah disediakan. Semua subtes (SE, WA, AN, RA, ZR, FA, WU, & ME), kecuali subtes 04-GE, setiap jawaban benar diberi nilai 1 dan untuk jawaban salah diberi nilai 0. Khusus untuk subtes 04-GE, tersedia nilai 2, 1, dan 0; karena subtes ini berbentuk isian singkat maka nilai yang akan diberikan tergantung dengan jawaban yang diberikan oleh subjek. Total nilai benar yang sesuai dengan kunci jawaban merupakan Raw Score (RW); nilai ini belum dapat diinterpretasi sesuai dengan norma yang digunakan. Nilai RW yang sudah dibandingkan dengan norma disebut dengan Standardized Score (SW). Adapun norma yang digunakan adalah sesuai dengan kelompok umur subjek.

Sekian terima kasihJ

Sabtu, 28 September 2019

DEFINISI SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Nama Kelompok         :
.      Annisa Fitri A. (10516946)
    Kurnia Jossi B. (13516966)
    Nathasya Tiurma O. Nadeak (15516337)
    Yudhistira Tama (17516832)
Kelas    : 4PA16

A.    Definisi Sistem
Menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Menurut Kusrini (2007) sistem adalah sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas atau fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama – sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses atau perkerjaan tertentu. Sedangkan menurut Fatta (2007) sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.
Berdasarkan beberapa tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu, saling berhubungan, saling terorganisasi, dan saling bergantung satu sama lain.

B.     Definisi Informasi
Davis (1995), menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Sedangkan menurut Mc Leod (1995), mengatakan bahwa informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti.
Menurut Jogiyanto (1999), informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Sedangkan menurut Bodnar (2000), informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.
Berdasarkan beberapa tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti dan menggambarkan suatu kejadian yang nyata untuk mengambil keputusan yang tepat.

A.    Definisi Psikologi
Menurut Chaplin (1972) psikologi merupakan ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam kerumitannya ketika bereaksi arus dan perubahan alam sekitar dan peristiwa-peristiwa kemasyarakan yang mengubah lingkungan.
Menurut Bruno (1987) psikologi dibagi dalam tiga bagian. Yang pertama psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “roh”. Yang kedua psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Kemudian yang ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.
Menurut Muhibbin Syah (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan.
Berdasarkan beberapa tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai dan mempelajari perilaku manusia yang terbuka maupun yang tertutup, baik selaku individu maupun kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan.

Jadi, kesimpulan dari definisi Sistem Informasi Psikologi adalah bahwa sistem kombinasi dimana manusia dan teknologi saling berhubungan, sehingga terdapat sebuah informasi yang datanya telah diolah mengenai perilaku manusia yang dapat digunakan untuk suatu tujuan tertentu.



DAFTAR PUSTAKA
Fatta, H. A.  (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET.
Jogiyanto H. M. (1999). Analisis dan desain informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis. Yogyakarta: ANDI.
Jogiyanto, H. M. (2005). Sistem teknologi informasi. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET.
Kusrini. (2007). Strategi perancangan dan pengelolaan basis data. Yogyakarta : CV. ANDI OFFSET.
Makplus. (2015). Definisi & pengertian informasi menurut para ahli. Diakses pada tanggal 26 September 2019, dari .http://www.definisi-pengertian.com/2015/03/definisi-dan-pengertian-informasi.html?m=1
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Psikodemia. (2017). Definisi psikologi menurut Watson hingga Chaplin. Diakses pada tanggal 27 September 2019, dari https://psikodemia.com/definisi-psikologi-menurut-watson-hingga-chaplin/
Zakky. (2019). Pengertian psikologi menurut para ahli beserta definisi dan penjelasannya. Diakses pada tanggal 27 September 2019, dari https://www.zonareferensi.com/pengertian-psikologi/

Contoh Aplikasi dalam Psikologi

Membuat Contoh Aplikasi dalam Psikologi Test Kepribadian MBTI (Komputerisasi/Online) Contoh Aplikasi Tes Kepribadia...