Membuat Contoh Aplikasi dalam Psikologi
Test Kepribadian MBTI (Komputerisasi/Online)
|
Contoh Aplikasi
|
Tes Kepribadian
MBTI
|
|
Tujuan
|
Untuk
mengungkapkan kepribadian: arah, minat, kecakapan, kemampuan, gaya kerja,
ataupun gaya komunikasi
|
|
Batasan
|
-
Batasan waktu
hanya 20 menit
-
Harus memilih
pernyataan dengan cepat dan tepat sesuai dengan tipe kepribadian individu
-
Pada saat
mengerjakan tes ini, terdapat hambatan pada internet apabila mengalami
gangguan
|
|
Kontrol
|
Mengontrol
jalannya aplikasi tes MBTI pada saat digunakan
|
|
Input
|
Memilih salah
satu pernyataan yang sesuai dengan kepribadian dirinya
|
|
Proses
|
Memberikan tanda
(X) pada tiap pernyataan yang dipilih
|
|
Output
|
Hasil atau skor
yang akan didapatkan untuk mengetahui tipe kepribadian seseorang
|
|
Umpan Balik
|
Bisa mengetahui
tipe kepribadian apa yang kita miliki, lalu mengintropeksikannya oleh
individu yang bersangkutan
|
Sejarah
dan Landasan Teori Tes MBTI (Myers-Briggs
Type Indicator)
MBTI ini berdasarkan
pemikiran C.G Jung (1921-1971) mengenai persepsi, judgement dan sikap yang digunakan oleh
setiap tipe yang berbeda dari individu. Persepsi adalah kemampuan psikologis
individu untuk sadar pada hal-hal, orang-orang dan ide-ide. Judgement melibatkan berbagai cara untuk
menyimpulkan apa yang telah dipersepsikan individu tersebut. Kalau orang
berbeda satu sama lain ketika mempersepsikan sesuatu juga ketika melakukan judgement, maka perbedaan ini juga
mempengaruhi minat, keterampilan, nilai-nilai serta reaksi mereka. MBTI dibuat
untuk mempelajari tipe kepribadian berdasarkan teori Jung.
MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator sendiri
merupakan instrumen tes yang sangat populer dikalangan pemerhati kepribadian
individu. MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang
bernama Isabel Briggs Myers (dari merekalah kemudian nama MBTI berasal) pada
era Perang Dunia II untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe pekerjaan
yang paling cocok untuk mereka: apakah mereka cocok menjadi pilot, manajer,
dokter, atau bos mafia?
Perbedaan
Tes MBTI dengan Tes Inventori yang lain
MBTI berbeda dengan
instrumen mengenali tipe kepribadian lain dalam hal:
·
Dirancang untuk mengimplementasikan teori;
jadi teori (Jung) harus dimengerti untuk memahami MBTI.
·
Berdasarkan teori, ada dinamika hubungan
yang khusus antar skala, yang kemudian akan mengantar penjelasan tentang 16
tipe karakteristik kepribadian.
·
Deskripsi tipe-tipe ini dan teorinya sebenarnya
dapat dijelaskan dalam kerangka perkembangan manusia seumur hidupnya.
·
Skala ini memperhatikan fungsi dasar
manusia yaitu persepsi dan judgement
yang selalu ada di perilaku manusia, sehingga sangat bermanfaat untuk digunakan
dalam hidup sehari-hari.
Tujuan
Tes MBTI
Tujuan Tes MBTI adalah
untuk mengungkap kepribadian: arah, minat, kecakapan, kemampuan, gaya kerja,
ataupun gaya komunikasi. Aplikasi praktis tes MBTI adalah: Memahami diri
sendiri, memahami orang lain, menghargai perbedaan, pengembangan diri, memilih
karir, team building, penyelesaian
konflik, dan memperbaiki komunikasi. Selain itu, MBTI tidak mengukur: Gangguan
kejiwaan, abnormalitas, emosi, trauma, daya belajar, tingkat kedewasaan, penyakit,
dan intelegensi. MBTI juga mengukur preferensi, seperti: Bagian keberadaan kita, tidak
ada benar salah, dan tidak ada kurang – lebih baik
Dimensi-Dimensi
pada Tes MBTI
MBTI adalah peta
psikologis yang bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan
(dikotomis), yaitu:
·
Extrovert
(E) vs. Introvert
(I). Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka bergaul, menyenangi
interaksi sosial dengan orang lain, dan berfokus pada the world outside the self. Sebaliknya tipe introvert adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan
tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas yang tidak banyak
menutut interaksi semisal membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif.
·
Sensing
(S) vs. Intuitive (N). Tipe
dikotomi kedua ini melihat bagaimana seseorang memproses data. Sensing
memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, factual facts, dan melihat data apa
adanya. Sensing adalah concrete thinkers. Sementara tipe intuitive memproses data dengan melihat
pola dan impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Intuitive adalah abstract thinkers.
·
Thinking
(T) vs. Feeling (F). Tipe
dikotomi yang ketiga ini melihat bagaimana orang berproses mengambil keputusan.
Thinking adalah mereka yang selalu
menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan. Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan
perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil
keputusan.
·
Judging
(J) vs. Perceiving (P). Tipe
dikotomi yang terakhir ini ingin melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging disini bukan berarti judgemental (atau menghakimi). Judging disini diartikan sebagai tipe
orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa
berpikir dan bertindak secara sekuensial (tidak melompat-lompat). Sementara
tipe perceiving adalah mereka yang
bersikap fleksibel, adaptif, dan bertindak secara random untuk melihat beragam
peluang yang muncul.
Dalam MBTI, ada 4
dikotomi mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi perilaku seseorang,
diantaranya:
·
Bagaimana/dari mana seseorang memperoleh
energi; apakah dari luar diri (extrovert/E),
atau dari dalam diri (introvert/I),
·
Bagaimana seseorang mendapatkan informasi;
apakah melalui panca indra (sensing/S)
atau imajinasi (intuiting/N),
·
Bagaimana seseorang membuat keputusan;
apakah berdasarkan pemikiran (thinking/T)
atau perasaan (feeling/F),
·
Bagaimana orientasi kehidupan seseorang;
apakah dengan menilai (judging/J)
atau dengan memahami (perceiving/P).
Referensi :