MATEMATIKA
DAN ILMU ALAM DASAR
PERTEMUAN
1
TUGAS
1
NAMA:
1.
JESICA WIDIANINGTYAS ( 13516707 )
2.
KURNIA JOSSI BUDIASTUTI ( 13516966 )
KELAS
1PA15
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2017
MATEMATIKA
DAN IAD
PERTEMUAN 1
TUGAS
KE 1
Soal:
1.
Jelaskan tujuan dari mata kuliah
Matematika dan IAD!
2.
Melakukan pengamatan terhadap suatu
jenis hewan atau tumbuhan dan mendeskripsikanya sejelas mungkin. Sehingga
dengan pendeskripsian tersebut , orang awam mengetahui jenis hewan atau
tumbuhan yang dimaksud!
3.
Mencari mitos yang ada di suatu daerah ,
kemudian arahkan ke mitos yang mana. Apakah legenda, cerita rakyat atau mitos
sebenarnya!
Jawaban:
1. Memperkenalkan
konsep-konsep dasar dalam IPA. Konsep-konsep dalam IPA adalah biologi, fisika,
dan kimia. Konsep tersebut cukup penting untuk kita karena konsep tersebut
saling terkait dengan kehidupan mahluk hidup. Selain itu, biologi pun
mempelajari bagian-bagian organ manusia dan ada pula kimia yang mempelajari
zat-zat kimia yang berpengaruhpada tubuh.
Memberikan wawasan pengetahuan,
pengertian, dan apresiasi terhadap objek dan cara pemikiran serta cara
pendekatan dalam IPA. Mempelajari ilmu alamiah dasar dapat memberikan wawasan
mengenai cara pemikiran dan pendekatan pada IPA yang didalamnya terdapat ilmu
yang kita pakai sehari-hari
Memberikan bekal untuk
memanfaatkan bahan dan cara pemikiran , cara pendekatan dan hasil-hasil dalam
IPA dan teknologi. Dalam hal ini berarti kita akan mendapat bekal bagaimana
cara memanfaatkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Mengembangkan interaksi
yang selaras dan disiplin ilmu eksakta dan non-eksakta , ilmu eksak dan non
eksak tentu sangat saling berpengaruh. Ilmu eksak seperti biologi dan non eksak
seperti sosiologi saling mempengaruhi.
2. Kelompok kami akan
mengamati salah satu jenis hewan yaitu kucing. Khususnya jenis kucing persia.
Sebelum kita mengenali lebih dalam tentang kucing persia. Kita cari tahu dulu
bagaimana tahapan – tahapan pertumbuhan kucing itu sendiri. Tahapan – tahapan
itu sendiri terdiri dari :
a. Baby cat: usia 0-2 minggu
- Hanya mengkonsumsi susu.
- Interaksi sosial masih sedikit.
- Distimulasi oleh induk.
- Mata mulai membuka dan berjalan pada umur sekitar
14 hari.
- Belum dapat mengontrol dan mempertahankan suhu
tubuh.
- Belum dapat menjilati/menyisir/grooming bulunya
sendiri
b. Kitten: usia 3-8 minggu
- Mulai belajar makan makanan padat (basah), secara
bertahap konsumsi susu berkurang.
- Periode sensitif belajar sosialisasi dan status
sosial. Pada tahap ini banyak kemampuan sosialiasi dengan manusia/hewan
lain terbentuk.
- Mulai dapat mengontrol kencing dan buang air
besar.
- Mulai belajar menggunakan kotak pasir/litter box.
- Mulai tertarik dan bermain dengan benda tertentu.
- Mulai dapat berlari dan memanjat.
- Mulai dapat belajar sesuatu yang agak rumit.
- Mencakar/menggaruk dan berbagai perilaku
berburu/predator.
- Warna Mata berubah.
- Semua gigi susu telah muncul.
- Dapat mengontrol dan mempertahankan suhu tubuh.
- Mulai menjilati/menyisir bulunya sendiri.
c. Post Kitten: usia 9-16 minggu
- Makan makanan padat.
- Terus belajar kemampuan sosial.
- Sosialisasi bermain mencapai puncaknya.
- Mulai belajar menghasilkan dan menghadapi konflik
dengan kucing lain.
- Pada tahap ini dapat terbentuk status sosial
kucing yang berlebihan.
- Terus menggunakan kotak pasir/litter box.
- Eksplorasi lingkungan, memanjat lebih agresif.
- Gigi susu mulai tanggal.
d. Remaja:
usia 17 minggu-1 tahun
- Merupakan lanjutan dari tahap sebelumnya.
- Pada tahap ini terjadi kematangan seksual.
Organ-organ reproduksi mulai berfungsi dengan aktif.
- Sosialisasi bermain mulai berkurang.
- Lebih suka menjadi subordinat kucing lain yang
lebih besar, tetapi bisa menantang kucing tersebut untuk mendapatkan
status sosial.
- Dapat terjadi Spraying (kencing sembarangan,
terutama sering terjadi pada kucing jantan). Hal ini berhubungan dengan
perubahan hormon dan status sosial.
- Bila telah terbiasa berkeliaran di luar rumah,
kucing akan berkeliaran lebih lama dan lebih jauh dari sebelumnya.
e. Dewasa: usia 1-6 tahun
- Kecepatan metabolisme mulai berkurang.
- Mulai terjadi penambahan berat badan berlebihan/ kegendutan
bila makanan & olahraga/ bermain tidak dikontrol.
- Perkembangan sosial/sifat sempurna pada umr -3
tahun.
- Sifat sangat dipengaruhi oleh genetik/keturunan
dan pengalaman sosial pada tahap sosialisasi awal.
- Mulai jarang bermain, tapi biasanya masih mau
bermain biala ada teman atau mainan.
- Bau urin/kencing kucing jantan berubah menjadi
kuat.
f. Senior/lansia: usia 7 tahun keatas
- Penurunan nafsu makan sering terjadi
- Penurunan aktivitas mengurangi interaksi sosial
dengan pemilik atau kucing lain.
Kucing adalah jenis hewan mamalia dari keluarga
felidae. Hewan ini juga termasuk kedalam golongan karnivora yakni hewan pemakan
daging. Kucing persia adalah jenis kucing berambut panjang dengan karakter
wajah bulat dan moncong pendek. Namanya mengacu pada persia, nama lama Iran.
Dimana kucing serupa ditemukan. Sejak akhir abad 19 kucing jenis ini di
kembangkan di Inggris dan Amerika.
Kucing persia pada
umumnya memiliki bentuk tubuh yangf gemuk, besar, dan tambun. Selain itu, yang
menjadi khas juga dalam kucing persia ini adalah bentuk hidungnya yang pesek,
wajahya terlihat bulat, dan memiliki bulu yang panjang. Jika diamati dari
samping, dahi, hidung, dan dagu terlihat sangat datar. Kucing persia ini
memiliki sifat yang manja, sehingga kucing persia ini sangat cocok untuk
dijadikan hewan peliharaan.
Kucing persia pun
memiliki beberapa jenis, yaitu:
a. Kucing Persia Flatnose
Kucing
flatnose merupakan jenis kucing persia yang pesek. Pleh karena itu, kucing
jenis ini dinamakan kucing flatnose. Kucing ini memiliki tubuh yang cukup gemuk
dan wajah yang bulat, serta pipinya yang tembem.
b. Kucing Persia Medium
Kucing
persia medium merupakan jenis kucing persia yang memiliki ukuran tubuh standar
seperti kucing lainya. Selain itu, bulu yang dimiliki pun tidak terlalu panjang
, hidungnya pun tidak terlalu pesek seperti jenis kucing persia lainya.
c. Kucing Persia Peaknose
Kucing
persia peaknose merupakan jenis kucing persia yang paling digemaridi indonesia.
Jenis kucing ini memiliki hidung paling pesek. Selain itu kucing ini memiliki
badan yang paling gemuk.
d. Kucing Persian Himalayan
Kucing
himalaya merupakan salah satu ras kucing dari persilangan antara kucing persia
dengan kucing siamse. Himalaya merupakan kucing yang mempunyai tubuh yang
gemuk, kaki pendek, tubuh dan wajah bulat, yang membedakan kucing himalaya
dengan persia lainya adalah warna bulunya, karena cenderung memiliki bulu
kucing siamse.
3. Batu Menangis
( Cerita Legenda Kalimantan )
Disebuah bukit yang jauh
dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak
gadisnya.
Anak gadis janda itu
sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis
itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan
rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.
Selain pemalas, anak
gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali
ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan
ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.
Pada suatu hari anak
gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu
amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak
gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek
agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya.
Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian
sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui
bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.
Ketika mereka mulai
memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona
melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak
puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang
berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat
orang bertanya-tanya.
Di antara orang yang
melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu,
"Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?"
Namun, apa jawaban anak
gadis itu ?
"Bukan,"
katanya dengan angkuh. "Ia adalah pembantuku !"
Kedua ibu dan anak itu
kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang
pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.
"Hai, manis. Apakah
yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?"
"Bukan,
bukan," jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. " Ia adalah
budakk!"
Begitulah setiap gadis
itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya,
selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.
Pada mulanya mendengar
jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan
diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat
menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si
ibu berdoa.
"Ya Tuhan, hamba
tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan
diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah
dia...."
Atas kekuasaan Tuhan
Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu.
Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah
badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.
"Oh,
Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini.
Ibu...Ibu...ampunilah anakmu.." Anak gadis itu terus meratap dan menangis
memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh
gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang
dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis.
Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu
disebut " Batu Menangis ".
Demikianlah cerita
berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu
benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang
telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan
mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar