Selasa, 14 Maret 2017

Tugas 1 Matematika dan IAD





MATEMATIKA DAN ILMU ALAM DASAR
PERTEMUAN 1

TUGAS 1

NAMA:
1. JESICA WIDIANINGTYAS ( 13516707 )
2. KURNIA JOSSI BUDIASTUTI ( 13516966 )

KELAS
1PA15



UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2017
MATEMATIKA DAN IAD
 PERTEMUAN 1
TUGAS KE 1

Soal:
1.      Jelaskan tujuan dari mata kuliah Matematika dan IAD!
2.      Melakukan pengamatan terhadap suatu jenis hewan atau tumbuhan dan mendeskripsikanya sejelas mungkin. Sehingga dengan pendeskripsian tersebut , orang awam mengetahui jenis hewan atau tumbuhan yang dimaksud!
3.      Mencari mitos yang ada di suatu daerah , kemudian arahkan ke mitos yang mana. Apakah legenda, cerita rakyat atau mitos sebenarnya!

Jawaban:
1. Memperkenalkan konsep-konsep dasar dalam IPA. Konsep-konsep dalam IPA adalah biologi, fisika, dan kimia. Konsep tersebut cukup penting untuk kita karena konsep tersebut saling terkait dengan kehidupan mahluk hidup. Selain itu, biologi pun mempelajari bagian-bagian organ manusia dan ada pula kimia yang mempelajari zat-zat kimia yang berpengaruhpada tubuh.
Memberikan wawasan pengetahuan, pengertian, dan apresiasi terhadap objek dan cara pemikiran serta cara pendekatan dalam IPA. Mempelajari ilmu alamiah dasar dapat memberikan wawasan mengenai cara pemikiran dan pendekatan pada IPA yang didalamnya terdapat ilmu yang kita pakai sehari-hari
Memberikan bekal untuk memanfaatkan bahan dan cara pemikiran , cara pendekatan dan hasil-hasil dalam IPA dan teknologi. Dalam hal ini berarti kita akan mendapat bekal bagaimana cara memanfaatkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Mengembangkan interaksi yang selaras dan disiplin ilmu eksakta dan non-eksakta , ilmu eksak dan non eksak tentu sangat saling berpengaruh. Ilmu eksak seperti biologi dan non eksak seperti sosiologi saling mempengaruhi.
2. Kelompok kami akan mengamati salah satu jenis hewan yaitu kucing. Khususnya jenis kucing persia. Sebelum kita mengenali lebih dalam tentang kucing persia. Kita cari tahu dulu bagaimana tahapan – tahapan pertumbuhan kucing itu sendiri. Tahapan – tahapan itu sendiri terdiri dari :
a. Baby cat: usia 0-2 minggu
  • Hanya mengkonsumsi susu.
  • Interaksi sosial masih sedikit.
  • Distimulasi oleh induk.
  • Mata mulai membuka dan berjalan pada umur sekitar 14 hari.
  • Belum dapat mengontrol dan mempertahankan suhu tubuh.
  • Belum dapat menjilati/menyisir/grooming bulunya sendiri
b. Kitten: usia 3-8 minggu
  • Mulai belajar makan makanan padat (basah), secara bertahap konsumsi susu berkurang.
  • Periode sensitif belajar sosialisasi dan status sosial. Pada tahap ini banyak kemampuan sosialiasi dengan manusia/hewan lain terbentuk.
  • Mulai dapat mengontrol kencing dan buang air besar.
  • Mulai belajar menggunakan kotak pasir/litter box.
  • Mulai tertarik dan bermain dengan benda tertentu.
  • Mulai dapat berlari dan memanjat.
  • Mulai dapat belajar sesuatu yang agak rumit.
  • Mencakar/menggaruk dan berbagai perilaku berburu/predator.
  • Warna Mata berubah.
  • Semua gigi susu telah muncul.
  • Dapat mengontrol dan mempertahankan suhu tubuh.
  • Mulai menjilati/menyisir bulunya sendiri.
c. Post Kitten: usia 9-16 minggu
  • Makan makanan padat.
  • Terus belajar kemampuan sosial.
  • Sosialisasi bermain mencapai puncaknya.
  • Mulai belajar menghasilkan dan menghadapi konflik dengan kucing lain.
  • Pada tahap ini dapat terbentuk status sosial kucing yang berlebihan.
  • Terus menggunakan kotak pasir/litter box.
  • Eksplorasi lingkungan, memanjat lebih agresif.
  • Gigi susu mulai tanggal.
d. Remaja: usia 17 minggu-1 tahun
  • Merupakan lanjutan dari tahap sebelumnya.
  • Pada tahap ini terjadi kematangan seksual. Organ-organ reproduksi mulai berfungsi dengan aktif.
  • Sosialisasi bermain mulai berkurang.
  • Lebih suka menjadi subordinat kucing lain yang lebih besar, tetapi bisa menantang kucing tersebut untuk mendapatkan status sosial.
  • Dapat terjadi Spraying (kencing sembarangan, terutama sering terjadi pada kucing jantan). Hal ini berhubungan dengan perubahan hormon dan status sosial.
  • Bila telah terbiasa berkeliaran di luar rumah, kucing akan berkeliaran lebih lama dan lebih jauh dari sebelumnya.
e. Dewasa: usia 1-6 tahun
  • Kecepatan metabolisme mulai berkurang.
  • Mulai terjadi penambahan berat badan berlebihan/ kegendutan bila makanan & olahraga/ bermain tidak dikontrol.
  • Perkembangan sosial/sifat sempurna pada umr -3 tahun.
  • Sifat sangat dipengaruhi oleh genetik/keturunan dan pengalaman sosial pada tahap sosialisasi awal.
  • Mulai jarang bermain, tapi biasanya masih mau bermain biala ada teman atau mainan.
  • Bau urin/kencing kucing jantan berubah menjadi kuat.
f. Senior/lansia: usia 7 tahun keatas
  • Penurunan nafsu makan sering terjadi
  • Penurunan aktivitas mengurangi interaksi sosial dengan pemilik atau kucing lain.
Kucing adalah jenis hewan mamalia dari keluarga felidae. Hewan ini juga termasuk kedalam golongan karnivora yakni hewan pemakan daging. Kucing persia adalah jenis kucing berambut panjang dengan karakter wajah bulat dan moncong pendek. Namanya mengacu pada persia, nama lama Iran. Dimana kucing serupa ditemukan. Sejak akhir abad 19 kucing jenis ini di kembangkan di Inggris dan Amerika.
Kucing persia pada umumnya memiliki bentuk tubuh yangf gemuk, besar, dan tambun. Selain itu, yang menjadi khas juga dalam kucing persia ini adalah bentuk hidungnya yang pesek, wajahya terlihat bulat, dan memiliki bulu yang panjang. Jika diamati dari samping, dahi, hidung, dan dagu terlihat sangat datar. Kucing persia ini memiliki sifat yang manja, sehingga kucing persia ini sangat cocok untuk dijadikan hewan peliharaan.
Kucing persia pun memiliki beberapa jenis, yaitu:
a.      Kucing Persia Flatnose
Kucing flatnose merupakan jenis kucing persia yang pesek. Pleh karena itu, kucing jenis ini dinamakan kucing flatnose. Kucing ini memiliki tubuh yang cukup gemuk dan wajah yang bulat, serta pipinya yang tembem.
b.      Kucing Persia Medium
Kucing persia medium merupakan jenis kucing persia yang memiliki ukuran tubuh standar seperti kucing lainya. Selain itu, bulu yang dimiliki pun tidak terlalu panjang , hidungnya pun tidak terlalu pesek seperti jenis kucing persia lainya.
c.       Kucing Persia Peaknose
Kucing persia peaknose merupakan jenis kucing persia yang paling digemaridi indonesia. Jenis kucing ini memiliki hidung paling pesek. Selain itu kucing ini memiliki badan yang paling gemuk.
d.      Kucing Persian Himalayan
Kucing himalaya merupakan salah satu ras kucing dari persilangan antara kucing persia dengan kucing siamse. Himalaya merupakan kucing yang mempunyai tubuh yang gemuk, kaki pendek, tubuh dan wajah bulat, yang membedakan kucing himalaya dengan persia lainya adalah warna bulunya, karena cenderung memiliki bulu kucing siamse.


3.                                 Batu Menangis ( Cerita Legenda Kalimantan )
Disebuah bukit yang jauh dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadisnya.
Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.

Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.

Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.

Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.

Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, "Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?"
Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
"Bukan," katanya dengan angkuh. "Ia adalah pembantuku !"
Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.
"Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?"
"Bukan, bukan," jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. " Ia adalah budakk!"
Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.

"Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia...."
Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

"Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu...Ibu...ampunilah anakmu.." Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut " Batu Menangis ".

Demikianlah cerita berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Aplikasi dalam Psikologi

Membuat Contoh Aplikasi dalam Psikologi Test Kepribadian MBTI (Komputerisasi/Online) Contoh Aplikasi Tes Kepribadia...